Ribuan Pengungsi Lombok Kini Bisa Nikmati ACT Humanity Store

Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan ACT Humanity Store (AHS) bersamaan dengan peresmian Integrated Community Shelter (ICS), di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (18/9). Resmi diluncurkan, ribuan pengungsi Lombok kini bisa menikmati layanan gratis yang disediakan AHS.

AHYUDIN selaku presiden ACT mengungkapkan, AHS merupakan sebuah representasi integritas ACT dalam membangun kehidupan, yang bermakna ikhtiar memulihkan ekonomi. “Ketika hidup mulai ditata, saatnya ekonomi menjadi bekal membangun kehidupan, didukung prosesnya,” jelas Ahyudin.

Lebih lanjut, Ahyudin memaparkan, selama masa layanan, AHS menjadi fase edukasi sistem dan inspirasi filantropi bagi siapapun yang ingin memperluas kemaslahatan AHS. Ia berharap ikhtiar ini bermanfaat mengantar proses pemulihan kehidupan, selain mengundang partisipasi komunitas donatur domestik dan global.

“Kami tak hanya bicara tentang derita dan kehancuran, tapi juga ikhtiar merangkai harapan. Kami tak cuma berharap empati dan belas kasih, tapi menyiapkan wahana memuliakan kita semua sebagai manusia, sebagai hamba Allah yang terus berikhtiar saling memuliakan,” papar Ahyudin.

AHS diwujudkan menjadi layanan yang menyediakan bantuan sembako bagi masyarakat penyintas gempa Lombok secara gratis. Untuk menyediakan AHS, ACT bekerja sama dengan PT Hydro Perdana Retailindo, perusahaan wakaf di bawah naungan Global Wakaf Corporation.

Koordinator AHS Rizky Wihardi menjelaskan, aktivasi AHS berupa sistem layanan toko. Bedanya, semua produk khusus untuk penyintas gempa. AHS memiliki sistem keanggotaan dan jadwal layanan, barang-barang di AHS sudah ditetapkan dan ditata sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan hidup selama waktu tertentu.

“AHS tentu melibatkan masyarakat lokal untuk mengelola humanity store ini. Sejumlah pengungsi telah dilatih untuk mengelola AHS dan Warung Wakaf,” jelas Rizky.

Pada peluncuran ini, ACT telah menyediakan 500 Humanity Card bagi para pengungsi, dari total 3.500 kartu yang telah disediakan. Secara berkala, HC akan diberikan untuk 3.500 keluarga pengungsi, baik yang tinggal di ICS maupun di sekitarnya. Dengan kata lain, sekitar lebih dari 15.000 pengungsi bisa merasakan manfaat langsung dari AHS.

AHS juga menjadi ikhtiar ACT dalam memuliakan pengungsi. dengan Humanity Card, mereka tidak perlu mengantre dalam menerima bantuan. Sebaliknya, para pengungsi bisa berbelanja sembako di AHS secara cuma-cuma, sama seperti warga Indonesia pada umumnya ketika berbelanja di gerai ritel.

“Jadi pengungsi cukup datang ke AHS, berbelanja kebutuhan sembako, dan menaruh belanjaannya di kasir kami. Mereka lalu cukup memberikan Humanity Card ke kasir, dan kasir akan memproses pembayaran barang belanjaan mereka. Sesederhana itu,” jelas Rizky.

Usai masa ICS, AHS dikonversi sebagai toko atau sarana belanja normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok. Tidak cukup satu unit, ACT juga menyiapkan unit-unit retail, menyerap investasi (wakaf), mendorong masyarakat bermitra dan menyerap tenaga kerja dan produk lokal aktivitas retailnya sekaligus menjadi gerai filantropi. Sosial bisa berkembang, bisnis pun bertumbuh menghidupkan ekonomi lokal.

Melalui ICS, ACT bersama seluruh masyarakat Indonesia menyelamatkan kehidupan. Ikhtiar penyelamatan tersebut disempurnakan dengan AHS sebagai penopang program membangun kehidupan. Mengusung tema Indonesia Bersama Lombok, ACT akan terus mengajak masyarakat untuk bergerak memaksimalkan pemulihan bagi Lombok.(jejakrekam)

Penulis Rilis
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...