ACT Hadirkan Layanan Pangan Gratis Berbasis Retail bagi Korban Bencana di Lombok

 

HANYA berselang menit pascabencana gempa terjadi, Lombok sempat alami kelumpuhan, baik kehidupan maupun perekonomian. Tinggal di tenda pengungsian, tidak memiliki pekerjaan membuat mereka hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan.

NAMUN kini fase pemulihan untuk Lombok sedang dikebut, berbagai upaya tengah digerakkan, termasuk memulihkan perlahan ekonomi warga terdampak gempa.

Di tengah upaya pemulihan, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun telah mendirikan Integrated Community Shelter (ICS) pertama di Lapangan Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. ACT menargetkan akan membangun  224 pintu dari target 1.000 unit shelter yang bakal dibangun. Dari jumlah tersebut, kini  48 di antaranya sudah sudah dihuni sejak satu pekan yang lalu, Kamis(6/9/2018).

Tidak melupakan kebutuhan pangan dan pemulihan ekonomi, ACT juga tengah membangun ACT Humanity Store (AHS) di salah satu sudut komplek terpadu ICS.

Syahru Aryansyah selaku CEO PT Hydro Perdana Retailindo mengatakan, AHS merupakan layanan pangan gratis berbasis retail untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

“Insya Allah nanti akan kami bagikan sebanyak 3.500 Humanity Card untuk sistem pendistribusiannya. AHS akan melayani 500 pengungsi per hari, jadi setiap keluarga akan memiliki Humanity Card dengan warna yang berbeda sebagai tanda hari apa mereka bisa mengambil barang kebutuhannya di AHS,” kata Syahru.

Layaknya swalayan, ACT Humanity Store juga akan memberi kesempatan kepada para pengungsi untuk memilih dan mengambil barang logistiknya sendiri. Sebab kartu hanya berlaku satu hari dalam satu minggu, keberadaan AHS diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mereka.

“Dengan konsep seperti minimarket itu, kami berharap bisa muliakan para pengungsi. Belanja seperti biasa, bedanya ini layanan gratis. Hanya tinggal menunjukkan Humanity Card, mereka bisa bawa pulang barang logistik sesuai kebutuhan mereka selama satu minggu,” tutur Syahru.

Bergerak dalam napas gerakan bersama bertajuk “Indonesia Bersama Lombok” serangkaian aksi pemulihan disiapkan ACT untuk periode panjang. Misalnya saja, ACT juga tengah menyiapkan beberapa titik lokasi untuk membangun Integrated Community Shelter di kecamatan yang berbeda. “Insya Allah, ACT akan membangun 3 sampai 5 ICS di lokasi berbeda, dan AHS akan ada di setiap komplek ICS itu,” tambah Syahru.

Berlanjut di fase pemulihan jangka panjang,  ACT akan melanjutkan ikhtiar dengan membangun kembali perekonomian Lombok. Dengan begitu, kata Syaru, ACT Humanity Store akan beralih fungsi nantinya akan beralih fungsi menjadi Ritel Wakaf yang berperan sebagai inti plasma dengan menaungi sekitar 20 Warung Wakaf.

“AHS tahap awal untuk memenuhi kebutuhan pengungsi secara bergulir untuk bisa bertahan hidup, kemudian pemulihan ekonomi melalui Ritel Wakaf dan warung wakaf,” jelasnya.(jejakrekam)

Penulis Rilis
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...