Indonesia Hadapi Berbagai Tantangan Terkait Kependudukan

KOALISI kependudukan memberikan kuliah di hadapan ratusan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Rabu (12/9/2018).

INDONESIA dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan serangkaian tantangan terkait kependudukan, perlu mendapatkan perhatian khusus.

Pengurus Koalisi Kependudukan Kalsel Rosihan Rahman mengatakan, apa yang ditulis Roberts Malthus pada abad 18 tentang kependudukan masih relevan hingga sekarang.

“Ada dua isu utama terkait kependudukan, yaitu jumlah penduduk yang tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan, serta kerusakan sistem pendukung kehidupan manusia,” ucapnya.

Ia menuturkan, Indonesia secara kuantitas memang besar namun tidak diikuti dengan kualitas penduduk manusia, untuk Kalimantan Selatan saja menduduki peringkat 24 dari 34 provinsi, dalam Indeks Pembangunan Manusia.

“Yang perlu diperhatikan adalah sistem pendukung kehidupan manusia, yaitu berkaitan dengan ekologi, energi, dan pangan yang terbatas sementara kebutuhan manusia tidak terbatas dan populasi manusia yang terus meningkat,” bebernya.

Ia menekankan, Indonesia mengalami bonus demografi pada tahun 2030 nanti, yang harus perlu dipersiapkan adalah usia produktif yang terampil.

“Saya juga menyinggung terkait isu-isu kemiskinan dengan beragam standar baik standar BPS, Bank Dunia dan BKKBN yang sepaptutnya menjadi perhatian generasi muda khususnya mahasiswa,” ucapnya.

Ia menekankan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi bonus demografi nanti agar mahasiswa bisa mengantisipasi segala bentuk kemungkinan berkaitan dengan bonus demografi.

“Semua pihak harus bersinergistas lanjutnya agar kebijakan pemerintah terkait kependudukan bisa tepat sasaran khususnya isu bonus demografi bisa menjadi keuntungan Indonesia,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Husaini
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...