Kemenristekdikti Beri Sinyal Pilrek ULM Digelar Rabu, 12 September 2018

PROSES penelusuran rekam jejak tiga kandidat Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2018-202 telah selesai dilakukan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kini, tinggal menunggu puncak dari suksesi pucuk pimpinan di kampus tertua di Pulau Kalimantan tersebut.

KEPASTIAN penelusuran rekam jejak tiga calon Rektor ULM yang bertarung telah rampung, disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, dalam suratnya bernomor 3842/A.A2/KP/2018, tertanggal 7 September 2018.

Dalam surat yang dengan perihal pemilihan Rektor ULM, Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im mengabarkan kepada Ketua Senat ULM bahwa Menristekdikti Mohammad Nasir atau pejabat yang diberi kuasa menteri bersedia datang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Menristekdikti atau pejabat yang diberi kuasa menteri bersedia menghadiri acara pemilihan Rektor ULM periode 2018-2023 pada hari Rabu, 12 September 2018,” tulis Ainun Naim, dalam surat yang juga ditembuskan kepada Menristekdikti.

Untuk diketahui, dari hasil pemilihan calon Rektor ULM putaran pertama pada 30 Mei 2018 lalu, incumbent Prof Dr Sutarto Hadi meraup 31 suara. Guru besar FKIP ULM ini unggul dalam perebutan jatah 65 persen suara Senat ULM. Di posisi kedua adalah guru besar yang juga Dekan Fakultas Kedokteran, Prof Dr Zairin Noor dengan 17 suara. Terakhir, guru besar Fakultas Hukum Prof Dr HM Hadin Muhjad dipilih 9 suara Senat ULM.

Komposisi suara yang diperebutkan untuk menjadi orang nomor satu di kampus biru adalah 59 suara guru besar plus dekan dari 11 fakultas yang ada di ULM. Jatah untuk suara Senat ULM adalah 65 persen. Nah, cukup menentukan adalah suara Menristekdikti atau pejabat yang diberi kuasa sebanyak 35 persen atau 32 suara.

Ini berarti, peluang ketiga kandidat untuk memenangkan pertarungan dalam voting tertutup dalam rapat Senat ULM sebagai pemenang, masih terbuka. Sebab, ada 91 suara yang akan diperebutkan ketiga kandidat.

Menanggapi agenda Pilrek ULM, salah satu kandidat rektor Prof Dr Hadin Muhjad pun mengaku baru tahu ada surat balasan dari Sekjen Kemenristekdikti mengenai agenda pemilihan pada Rabu (12/9/2018) mendatang.

“Dari awal, saya siap untuk mengikuti pemilihan Rektor ULM sesuai aturan. Jika sudah ada kepastian jadwal pemilihan, saya bersyukur,” kata Hadin Muhjad saat dikontak jejakrekam.com, Jumat (7/9/2018) malam.

Menurut Hadin, siapa pun yang terpilih nantinya adalah figur terbaik untuk memimpin kampus ULM ke depan. Namun, guru besar hukum administrasi ini menegaskan dalam pemilihan rektor nanti, para pemilik suara, terutama para guru besar, dan perwakilan 11 fakultas tentu memilih dengan hati nurani masing-masing. (jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...