Dirgahayu

Walhi Dorong Pendidikan Politik Dipertajam, Isu Lingkungan Belum Jadi Sorotan

MEMASUKI tahun politik 2019, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan menginginkan berbagai pihak terus meningkatkan pendidikan politik. Hal ini penting agar bisa menyebarkan kesadaran kepada masyarakat dalam memilih pemimpin yang benar-benar menerapkan kebijakan pro lingkungan hidup.

“MELALUI pendidikan-pendidikan politik yang dilakukan akan membangun sebuah kesadaran kritis di tingkat rakyat. Ujungnya, secara kritis, mereka menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 untuk tidak memilih pemimpin ke depan yang menjadi pelaku perusak lingkungan hidup,” kata Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono kepada jejakrekam.com, Minggu (2/9/2018).

Pria yang akrab disapa Cak Kiss ini mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang bersih dari rekam jejak perusakan lingkungan. “Kami mendorong aktivis lingkungan dan kemanusiaan agar dibuat  UU, peraturan daerah (perda) tingkat kabupaten, kota dan provinsi yang benar-benar pro rakyat dan lingkungan” tegasnya.

Menurut Cak Kiss, Walhi juga mengajak warga negara untuk memutus rantai penguasa politik yang sekaligus penguasa ekonomi yang selama ini telah melahirkan berbagai konflik lingkungan hidup dan sumber daya alam dan agraria yang berujung pada bencana ekologis.

Berbagai bencana itu, menurut Cak Kiss, termasuk di dalamnya persoalan kemiskinan yang dialami oleh rakyat akibat pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang timpang. Salah satunya, dengan menentukan hak politik secara kritis guna memastikan agenda penyelamatan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.

Sementara itu, mantan Direktur Eksekutif Nasional Walhi Berry Nahdian Furqan menuturkan isu lingkungan dan agraria tak banyak mendapat sorotan di tahun politik, karena isu tersebut belum menjadi arus utama.

“Isu lingkungan kalah dengan isu lainnya, para politisi berdebat yang sebenarnya jauh dari substansi demokrasi. Sekarang, hanya NGO-NGO yang konsisten menyuarakan isu-isu lingkungan dan agraria” ucap Berry yang memutuskan terjun ke politik.

Bagi politisi PDI Perjuangan ini, lintas profesi akademisi,aktivis dan politisi bisa bergabung dalam Poros Hijau Nasional. Ini agar partai politik dan politisi lebih konsen lagi terhadap isu lingkungan dan memasukkan isu tersebut terhadap visi-misi capres dan cawapres.

Sekretaris PWNU Kalsel ini berharap isu lingkungan terus digaungkan agar kelak kebijakan yang diambil pro terhadap lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) adil dan lestari.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS