Tak Ingin Eksklusif, 25 Atlet Difabel Ramaikan Sepeda Nusantara Seribu Sungai

GOWES bersama bertajuk Sepeda Nusantara Seribu Sungai yang dipelopori Kemenpora, dipadati goweser di Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (1/9/2018).  Menariknya, tak hanya kalangan umum, komunitas difabel turut antusias memeriahkan even dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-492.

BUKAN tanpa alasan, kelompok National Paralympic Comittee (NPC) Kota Banjarmasin sebagai organisasi pembina atlet penyandang disabilitas, mengikuti 25 atlet. Kehadiran mereka pun menjadi pusat perhatian, meski mengayuh sepeda hanya berjak tiga kilometer.

Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Shintya Subhan mengatakan keikutsertaan difabel merupakan sinyal untuk menjadikan Banjarmasin kota ramah inklusi.

Shintya menginginkan, tidak ada perbedaan antara kelompok difabel. Meski dianggap terlihat lemah dengan masyarakat yang non difabel, Shintya ingin bisa setara.“Kami juga berharap tidak ada perlakuan terhadap kelompok difabel secara eksklusif. Karena, hal ini bukan inklusi,” tegas Shintya kepada wartawan, Sabtu (1/9/2018).

Sementara itu, atlet difabel NPC Kota Banjarmasin Rafii mengaku baru pertama kali mengikuti Sepeda Nusantara Seribu Sungai ini.

Atlet lari yang sejak lahir memiliki satu tangan ini mengatakan sebagai warga kota, dirinya ingin berpartisipasi. Apalagi, menyambut Harjad Banjarmasin yang telah memasuki usia ke-492. “Kami juga tak ingin diekslusifkan,” tegas peraih  Juara I Futsal Rindam Cup 2015.

Rafii mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Banjarmasin yang melibatkan koleganya dalam setiap kegiatan. “Kami berharap Pemkot Banjarmasin berkomitmen kuat untuk mengikuti kami dalam setiap agenda,” cetus mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Antasari.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Anda mungkin juga berminat
Loading...