ACT

Ada Saingan, Nasib Kawasan Wisata Pasar Terapung Kuin Kian Menyepi

0 446

DAYA pikat Pasar Terapung Kuin yang berada di Kelurahan Kuin Utara dan Alalak Selatan, makin memudar. Pasar purba yang menjadi ikon Banjarmasin ini seakan terlupakan. Apalagi, kini Pemkot Banjarmasin jor-joran mempermak kawasan Sungai Martapura, tepatnya di kawasan Siring Tendean menjadi pesaingnya.

KAWASAN tepian Sungai Martapura yang kini diklaim sebagai Pasar Terapung Banjarmasin, dan ramai dikunjungi khalayak di akhir pekan seakan melupakan ada pasar yang lebih asli warisan Kerajaan Banjar di Sungai Barito.

Keseriusan Balai Kota untuk menjadi pusat kota yang menyuguhkan miniatur pasar terapung, ditandainya gencarnya wisata susur sungai, membangun dermaga bernilai miliaran rupiah plus prasarana yang ada. Sangat kontras dengan kondisi Pasar Terapung Kuin.

Bandingkan saja, dengan dermaga Pasar Terapung Kuin yang terkesan dibiarkan tanpa ada sentuhan perawatan. Ini belum lagi, titian ulin di samping rumah warga yang menjadi akses jalan utama ini banyak berlubang. Parahnya lagi, kondisi penginapan yang dulu disebut-sebut sebagai hotel terapung itu dibiarkan tak terurus. Lapuk ditelan zaman.

Erna, warga Alalak Selatan yang berada di kawasan Pasar Terapung Kuin mengakui angka kunjungan wisatawan menuju kawasan masih cukup ramai. Walau, menurut Erna, kondisi titian dan dermaga Pasar Terapung Kuin belum diperhatikan dengan baik.

“Apalagi bangunan penginapan dan penjualan souvenir yang sudah tutup ini, fisiknya sudah reot,” kata Erna kepada jejakrekam.com, Jumat (24/8/2018).

Sebelumnya, Iberahim, pegiat wisata Pasar Terapung juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan sentuhan dana pembinaan termasuk para pengrajin tanggui dan acil-acil pedagang Pasar Terapung seakan kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau.

“Sampai sekarang dibiarkan seadanya. Tanpa ada perhatian khusus. Padahal, mereka termasuk yang menjadi daya tarik wisata di Pasar Terapung Kuin,” ucap Iberahim.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Mokhamad Khuzaimi mengungkapkan bahwa lahan yang berada di Pasar Terapung Kuin, bukan milik pemerintah kota. “Terkendala status lahan ini, sehingga sangat sulit dilakukan perbaikan,” kata Khuzaimi.

Ia mengatakan Pemkot Banjarmasin terus melakukan negosiasi dengan pemilik lahan di kawasan Pasar Terapung Muara Kuin, untuk status pembelian lahan. “Sampai sekarang belum ada titik temu,” kata Jimie, sapaan akrab pejabat berkumis ini.

Untuk sementara, diakui Jimie, saat ini disiasati pihaknya dengan membuka rute susur sungai menuju kawasan Pasar Terapung Muara Kuin, sembari menunggu selesainya proses negosiasi lahan.

“Intinya, kami berusaha untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Terapung Kuin. Salah satu dengan cara membuka rute susur sungai ke Pulau Kembang yang melewati Pasar Terapung Muara Kuin,” ucap Jimie.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.