ACT

Gandeng PT Aneka Tambang-RMC Singapura, Galuh Cempaka Target 6.000 Karat Intan

0 533

USAI memperbahurui perizinan yang sudah lama tak beroperasi, PT Galuh Cempaka kembali akan eksis. Kali ini, kepemilikan saham perusahaan yang awalnya milik pengusaha Australia telah beralih ke tangan pengusaha lokal, H Norhin.

PENGUSAHA yang dikenal memiliki jaringan usaha Citra dan pemilik Q Mall Banjarbaru, sekarang menjadi komisaris PT Galuh Cempaka. Dalam menggarap wilayah konsesi tambang intan di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, ditargetkan bisa meraup 6. 000 karat intan per bulan.

Hal ini mengacu dalam Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) pemegang kontrak tambang yang termasuk dalam Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan (PKP2B).  “Ya, setidaknya, 60 persen hingga 70 persen dalam penambangan intan bisa didapat di wilayah konsesi itu,” kata Komisaris PT Galuh Cempaka, H Norhin kepada jejakrekam.com  di Banjarmasin, Rabu (15/8/2018).

Menurut dia, izin untuk beraktivitas kembali telah dikantongi PT Galuh Cempaka. Norhin menyebut tahapan persiapan administrasi telah dilalui seperti melalui kajian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan lainnya.

“Untuk sistem penambangan akan menggunakan metode drilling yang ramah lingkungan. Sebab, teknik penambangan ini tak merusak tanah di permukaan, seperti sebelumnya secara konvensional,” papar pemilik usaha Citra Group.

Norhin yang juga dikenal dengan usaha pelabuhan khusus batubara ini mengakui PT Galuh Cempaka dimiliki dua investor. Yakni, dari pemerintah melalui PT Aneka Tambang dan PT Aston-RMC Singapura dengan wilayah konsesi seluas 7.000 hektare lebih. Rinciannya, wilayah tambang berada di Banjarbaru seluas 4.000 hektare dan  Kabupaten Tanah Laut  3.000 hektar lebih.

“Lahan yang baru bisa digarap di eks tambang asal, hanya 300 hektare. Sisanya nanti 500 hektare,” kata pria yang merintis usaha sebagai penjahit pakaian ini.

Norhin pun memastikan dengan beroperasinya kembali PT Galuh Cempaka, akan bisa menyerap lapangan kerja baru bagi warga Kalsel. “Untuk pekerja administrasi saat ini sudah bertugas sebanyak 50 orang. Tidak termasuk, nantinya tenaga kerja lapangan yang akan full dalam dua bulan mendatang,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.