Pangkas Jarak 40 Kilometer, Pemkab Barito Utara Bangun Jalan Usaha Tani

GUNA memudahkan para petani membawa hasil pertanian, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pertanian melakukan terobosan. Pembuatan jalan usaha tani dari Desa Tongka menuju Desa Tapen sepanjang 24 kilometer dan dari Desa Tongka menuju Desa Liju sepanjang 18 kilometer, segera terealisasi.

MANFAAT jalan usaha tani (JUT) ini nanti memang diarahkan untuk distribusi dari sentra jagung di Kecamatan Teweh Timur. Mereka bisa langsung menuju Desa Tapen. Melalui JUT ini bisa memangkas jarak tempuh hampir mencapai 40 kilometer.

Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi mengungkapkan ada beberapa desa di Kecamatan Teweh Timur yang menjadi sentra penghasil jagung yakni Desa Mampuak I, Mampuk II, Liju, Jamud dan Sampirang.

“Dengan terbangunnya akses jalan usaha tani, maka jagung-jagung hasil panen bisa dibawa menuju ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Adanya jalan ini bisa memangkas waktu hingga 40 kilometer,” ucap Setia Budi kepada wartawan di Muara Teweh, Selasa (14/8/2018).

Tak hanya sebagai jalur transportasi, Setia Budi mengungkapkan di sepanjang ruas jalan usaha tani terdapat areal lahan tidur samping kanan dan kiri yang bisa dimanfaatkan jadi ladang jagung dan padi gogo untuk penambahasan luas tanam.

Setia Budi menyebut lahan tidur seluas 28 ribu hektare untuk jadi ladang produktif. Sebab, pada 2018, telah ditargetkan peluasan areal tanam mencapai 10.150 ribu hektare yang menjadi beban daerah.

“Ini ditambah lagi, adanya kabupaten lain yang tak mampu atau bersedia untuk menanam luasan lahan. Jadi, sebanyak 6 ribu rencananya akan direlokasi ke Kabupaten Barito Utara,” paparnya.

Dengan begitu, masih menurut dia, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara mendapat jatah luasan tanaman jagung dan padi golo mencapai 16.150 hektare. “Sisanya adalah sekitar 12 ribu hektare padi ladang yang merupakan program yang diminta dan ditugaskan oleh Kementerian Pertanian. Hal ini disampaikan kementerian, pada saat pembahasan anggaran pada Februari lalu di Jakarta,” ungkapnya.

Menurut Setia Budi, secara keseluruhan mendapat total dari 16 ribu hektare ditambah 12 ribu hektare menjadi 28,150 ribu hektare untuk tanaman jagung dan padi gogo. Ia merincikan lokasi tanaman padi gogo tersebar di 9 kecamatan. Sedangkan untuk tanaman jagung tersentra di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah dan Teweh Timur.

Kemudian, papar dia, akan menyusul juga kecamatan lainnya seperti Teweh Baru, Teweh Selatan dan Kecamatan Gunung Purei pada 2018. “Memang, tahun lalu, beberapa kecamatan ini memiliki areal tanam jagung, meski luasnya kecil hanya 100 hektare. Untuk pembukaan lahan pertanian ini, kita dapat bantuan alat berat,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Syarbani
Editor Fahriza