Kota Citra Graha Memutih, Ribuan Jamaah Hadiri Haul Syekh Samman Al Madani

RIBUAN umat Islam dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan luar Pulau Kalimantan memenuhi ruang induk dan halaman Masjid Harun Aliah Kota Citra Graha, Jalan Achmad Yani Kilometer 17 Banjarbaru, Senin (13/8/2018) malam.

ACARA pun berlangsung khidmat dan penuh kedamaian untuk melaksanakan haul Syekh Samman Al Madani, yang merupakan guru Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary atau Datu Kalampayan.

Dimulai dengan pembacaan salah satu surah Alquran, sesuai tradisi yang berkembang di masyarakat Banjar, dilanjutkan dengan pembacaan syair maulid Al Habsy yang langsung dipimpin KH Ahmad Zuhdiannor. Kehadiran Guru Zuhdi, ulama dan para habaib ini membuat kawasan itu tampak memutih, dan diprediksi ada sekitar 50 ribu jamaah ini.

Tampak pula, ulama kharismatik Banjarmasin yang dikenal dengan KH Syaifuddin Zuhri atau populer dengan sebutan Guru Banjar Indah, tampak larut bersama ribuan jamaah. Beberapa pejabat juga turut membaur seperti Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, Kakanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi, serta H Norhin selaku owner Kota Citra Graha Banjarbaru.

Seperti diketahui Syekh Samman Al Madani wafat dunia pada hari Rabu 2 Dzulhijjah 1189 H, dan dimakamkan di pemakaman Baqi’ bersandingan dengan maqam para istri Rasulullah SAW. Kemasyhuran Syekh Samman Al Madani di masyarakat Banjar sudah berlangsung lama, karena hubungan emosionalnya dengan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjary yang mempunyai karomah.

Tak hanya, atas jasa Datu Kalampayan, tariqat Samaniyah pun berkembang pusat di tengah masyarakat Banjar, sebagai bentuk kecintaan terhadap wali Allah yang dikenal dengan ajaran tawasufnya tersebut. Hingga makin membumi, ketika diajarkan Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul yang merupakan ulama paling berpengaruh di Tanah Banjar.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS