ACT

Negara Sahabat Terpukau, Teras : Jangan Pandang Sebelah Mata Masyarakat Dayak

0 274

PARA perwakilan duta besar negara sahabat seperti dari Rusia, Iran, Panama, Kazastan, Venezuela, Peru dan Yaman terpukau dengan atraksi tarian dan budaya Dayak yang menampilkan sisi magis dalam Festival Pesona Budaya Borneo II-2018 di Gubernuran Kalsel, Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Sabtu (11/8/2018).

ATRAKSI tarian dengan menonjolkan kekebalan dipertontonkan wakil-wakil Dewan Adat Dayak (DAD) se-Kalimantan. Termasuk, beberapa kearifan lokal dari seni pahat, seni musik tradisional dan lainnya menjadi kekhasan budaya Dayak yang masih terjaga hingga kini.

Sebagai penduduk asli Kalimantan, Ketua Majelis Pertimbangan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Agustin Teras Narang pun mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal, terutama kekayaan budaya dan adat masyarakat Dayak dalam semangat kebhinnekaan tunggal ika.

“Digelarnya Festival Pesona Budaya Borneo II di Banjarmasin merupakan wujud sinergitas Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Dewan Adat Dayak (DAD) bersama Pemprov Kalimantan Selatan,” ucap mantan Gubernur Kalteng ini.

Dalam kesempatan itu, Teras Narang mengingatkan semangat pertemuan damai Tumbang Anoi 1894 di Kalimantan Tengah yang menyatukan seluruh suku Dayak di Kalimantan, sebagai penduduk asli Borneo.

Hanya saja, bagi mantan anggota DPR RI ini, justru masyarakat Kalimantan masih termarginalkan dari sisi sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Kita harus terus mengangkat harkat martabat msyarakat Dayak, baik berskala nasional maupun internasional,” cetus Teras.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar Dewan Adat Dayak maupun Lembaga Adat Dayak lainnya bisa bersinergi, dan tidak dijadikan kendaraan politik praktis. “Kita harus bangkit agar masyarakat Dayak tidak lagi dipandang sebelah mata. Ini tantangan kita ke depan,” tegas Teras.

Dengan falsafah Huma Betang, yang menjadi rumah besar adat Dayak di Kalimantan, Teras mengatakan bersama bangsa Indonesia harus bisa menciptakan kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan lahir batin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami ingatkan agar prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung itu dihormati. Sebab, masyarakat Dayak merupakan satu kesatuan bangsa yang ketika diberi kesempatan dan diorganisir dengan baik akan menjadi kekuatan besar dan ampuh bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.