KONI Tunggu Realisasi Lima Lapangan Sepakbola di Banjarmasin

GELIAT olahraga sepakbola di Banjarmasin cukup tinggi. Tak mengherankan, jika akhirnya dalam visi-misi Walikota Ibnu Sina dan Wakil Walikota Hermansyah ingin menghadirkan lima lapangan sepakbola di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

BUKTINYA pada APBD 2018 melalui pos anggaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Banjarmasin telah dialokasikan dana sebesar Rp 2,2 miliar lebih untuk pembangunan lapangan sepakbola di Kecamatan Banjarmasin Utara, tepatnya di Kelurahan Pangeran.

Proyek pembangunan sepakbola itu dimenangkan CV Umietabi dengan harga penawaran Rp 2 miliar lebih, tepatnya Rp 2.078.881.998,57 dikutip dari data LPSE Banjarmasin.

Sebelumnya, dalam APBD 2016,  Noufalindo Utama menggarap pembangunan lapangan sepakbola Banjarmasin Selatan senilai Rp 2,26 miliar. Lalu, pada APBD 2014 melalui Dinas Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Kota Banjarmasi digelontorkan dana untuk pembangunan lapangan sepakbola segede Rp 1,6 miliar.

Gencarnya pembangunan lapangan sepakbola di lima kecamatan yang ada di Banjarmasin, disambut hangat Djumadri Masrun. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarmasin ini menilai untuk mewujudkan pembangunan lapangan sepakbola masing-masing di lima kecamatan harus direalisasikan Walikota Ibnu Sina.

“Ini sesuai janji walikota dalam kampanye Pilkada 2015 lalu. Kami juga memantau perkembangan pembangunan lapangan sepakbola yang ada di Banjarmasin. Ini mengingat semangat olahraga ini cukup tinggi di kalangan anak muda Banjarmasin,” ucap Djumadri Masrun kepada jejakrekam.com, Jumat (10/8/2018).

PPMI2

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengakui dengan minimnya sarana olahraga di Banjarmasin, terutama berstatus milik pemerintah kota, tentu dengan pembangunan lapangan sepakbola bisa menjawab keterbatasan ini. “Selama ini, lapangan sepakbola yang ada di Banjarmasin statusnya milik Pemprov Kalsel. Jadi, even-even sekelas kota bisa dihelat di lima kecamatan yang ada,” tutur Djumadri.

Dia mencontohkan lapangan sepakbola di Pekapuran, Banjarmasin Timur bisa digunakan untuk mengakomodir tim-tim yang ada di kecamantan tersebut. “Kondisi lapangan sepakbolanya bisa ditingkatkan lagi,” kata Djumadri.

Masih menurut dia, untuk status lapangan sepakbola Kayutangi Banjarmasin jika ingin direnovasi, maka harus ditinggikan lapangannya karena posisinya sejajar dengan Sungai Kayutangi. “Makanya, ketika musim hujan dan air pasang, air akan menggenangi lapangan itu. Ini tentu menganggu aktivitas latihan dan pertandingan sepakbola,” kata Ketua Harian Asprov PSSI Kalsel ini.

Bagi Djumadri, lapangan sepakbola yang akan segera digarap di kawasan Jalan HKSN, Pangeran, Banjarmasin Utara harus benar-benar sesuai kualifikasi berstandar nasional. “Adanya lapangan sepakbola di setiap kecamatan, tentu akan mudah untuk mencari bibit-bibit pesepakbola yang lahir dari Banjarmasin. Sayang, kita punya klub-klub besar seperti Barito Putera, Martapura FC dan Peseban, justru pemain lokal belum bisa mengisi formasi pemain utama,” ucap Djumadri.

Ia juga berharap agar langkah Pemkot Banjarmasin juga ditiru Pemprov Kalsel untuk segera membenahi lapangan sepakbola Kayutangi sebagai wadah pelatihan bagi atlet-atlet Banjarmasin dan sekitarnya. “Sekarang ini, pertumbuhan sekolah sepakbola di Banjarmasin juga cukup tinggi. Tentu, ditopang lapangan yang memadai, maka proses pencarian bibit-bibit unggul akan lebih tersistem dan terarah,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...