Truk Mainan Kayu Nan Cantik dari Desa Panggung, Ada Celengan Tokoh Kartun

KREATIVITAS warga Desa Panggung, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terbukti sangat tinggi. Sedari dulu dikenal sebagai sentra pembuatan sapu ijuk dan perabot rumah tangga. Seiring zaman, kini warga desa yang dulu dikenal dengan Desa Barikin ini, menggeluti usaha gerabah dan pembuatan truk mainan dari kayu.

TERCATAT, ada sekitar 20 pengrajin sekaligus pedagang yang menjajakan dagangan khasnya di tepi Jalan Achmad Yani, poros utama penghubung Banjarmasin dan Hulu Sungai-Kaltim dan Kalteng wilayah daerah aliran sungai (DAS) Barito.

Terbuat dari kayu pelantan, durian dan ketapi, truk-truk mainan yang dijejer rapi menarik perhatian pengguna jalan itu dibuat dari tangan-tangan terampil di Desa Panggung. Kayu yang jadi bahan utama itu didatangkan dari beberapa desa di Kabupaten HST.

“Untuk harga termurah truk mainan kayu ini Rp 40 ribu dan termahal yang bisa dimuat anak kecil seharga Rp 160 ribu,” ucap Ida Sriwahyuni, salah seorang pedagang truk mainan, sapu ijuk dan gerabah kepada jejakrekam.com, Selasa (7/8/2018).

Ia menceritakan untuk pembuatan truk kayu mainan langsung ditangani suami dan keluarganya. Menurut dia, pembuatan truk mainan kayu itu hanya meniru satu contoh dan dibuat secara otodidak, tanpa pelatihan khusus dari orang atau instansi terkait.

“Memang tidak menentu jumlahnya. Kadang dalam sehari itu bisa dibuat satu atau tiga buah. Ya, tergantung besar kecilnya truk mainan kayu ini,” ucap Ida.

Menurut dia, penjualan truk mainan dari kayu itu sudah berlangsung sejak empat tahun lalu, karena awalnya di Desa Barikin sebelum dimekarkan menjadi Desa Panggung merupakan sentra pengrajin sapu ijuk, keset dari ijuk dan sabut kelapa serta kerajinan lainnya.

Untuk menarik calon pembeli, warna truk kayu itu pun didesain dengan motif-motif kekinian. Sedangkan, kekuatannya dipastikan Ida tak kalah dengan mainan serupa terbuat dari plastik atau besi. “Tergantung perawatan si pemakai,” ucap ibu muda ini.

Tak hanya truk kayu yang dijaja, tampak pula celengan bergambar tokoh-tokoh kartun seperti Doraemon, Hello Kitty, Mickey dan Mini Mouse, Angry Bird, dan lainnya pun dipoles begitu menawan. Untuk harga yang dibandrol, Ida mengaku tak terlalu mahal, celengan tokoh kartun terkecil seharga Rp 5 ribu hingga terbesar sebagai pajangan di rumah sebesar Rp 500 ribu.

“Untuk bahan mentah langsung didatangkan dari Nagara (Hulu Sungai Selatan). Kami di sini hanya mewarnai agar lebih menarik. Jadi, orangtua yang ingin membelikan anaknya bisa senang dan rajin menabung,” tuturnya.

Soal omzet penjualan, Ida mengaku tak bisa memprediksi, terkadang laris manis, adakalanya justru sepi pembeli. Menurut dia, untuk perhari tak bisa ditaksir berapa besarnya. “Terkecuali pada hari libur panjang atau akhir pekan, bisa ramai pembeli. Ya, bisa dapat uang ratusan ribu per hari,” kata Ida lagi.

Dia menceritakan semua barang yang didagangkan, sebagian dibuat warga Desa Panggung, sebagian lagi dipasok dari daerah lainnya di Kalimantan Selatan. “Alhamdulillah, dengan berdagang truk mainan, celengan, dan sebagainya, rata-rata di keluarga di desa bisa menghidupi kehidupannya,” tandas Ida.(jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Klik lonceng merah di samping kanan layar untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru pada gawai anda.