Raja Kesultanan Kutai Tutup Usia, Sultan Banjar Khairul Saleh Ucapkan Bela Sungkawa

BERPULANGNYA Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan H Aji Muhammad Salehuddin II dari Kesultanan Kutai, Minggu (5/8/2018) pagi, membawa kabar duka bagi Kesultanan Banjar yang kini dipimpin Sultan H Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah.

HINGGA kini, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan S Parman, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kedaton Kesultanan Kutai di Jalan Monumen Timur, didatangi para pelayat untuk penghormatan terakhir bagi sang sultan yang tutup usia pada 93 tahun, sekitar pukul 10.30 Wita.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II sempat dirawat di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. Rencananya, jenazah Sultan Kutai ini akan dimakamkan di Pemakaman Raja Kutai Kartanegara di Komplek Museum Mulawarman, Jalan Tepian Pandan, Kelurahan Panji, Tenggarong, Senin (6/8/2018).

Dalam profilnya, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II merupakan putra pasangan Aji Muhammad Parikesit dan Adji Ratu Bariah yang bergelar Ratu Praboeningrat. Almarhum memiliki istri bernama Aji Aida yang dinikahi pada 1949 silam. Sang Sultan Kutai ini dilahiran pada 24 Oktober 1924 di era Kolonial Belanda, merupakan pewaris Kerajaan Kutai Kartanegara adalah kerajaan tertua di Indonesia.

“Atas nama keluarga besar Kesultanan Banjar, kami mengucapkan turut bela sungkawa atas meninggalnya YM Paduka Haji Adji Sultan Kutai Kertanegara Ing Martadipura XX . Semoga almarhum mendapat maghfirah dan rahmat dari Allah SWT. Alfatihah,” kata Raja Kesultanan Banjar, Sultan Khairul Saleh kepada jejakrekam.com, Minggu (5/8/2018).

Sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Kesultanan Nusantara (FKSN), Sultan Khairul Saleh mengatakan mewakili seluruh raja, sultan dan tokoh di nusantara juga mengucapkan turut berbela sungkawa atas kepergian YM Paduka Haji Adji Sultan Kutai Kertanegara Ing Martadipura XX.

“Begitu saya mendapat kabar duka ini, saya berdoa dan mengucapkan semoga Allah SWT mengampuni dan memberi rahmat kepada almarhum YM Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX,” kata Khairul Saleh.

Mantan Bupati Banjar dua periode ini menceritakan pengalaman dan kesannya selama mengenal sosok Sultan Kutai tersebut. Ia mengungkapkan pernah berkunjung ke Tenggarong dengan membawa serta para tokoh Kesultanan Banjar.

“Kami disambut dengan hangat dan ramah di kediaman pribadi. Sebagai orangtua, beliau adalah sosok yang bijak dan patut diteladani. Apalagi, beliau pernah mendapat pendidikan di Belanda. Memang ada hubungan historis dan emosional antara Kesultanan Banjar dengan Kerajaan Kutai. Nah, itu yang harus tetap kita jaga,” tutur Khairul Saleh.(jejakrekam)

 

Penulis Syahminan
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...