Songsong Festival Pesona Budaya Borneo, Tarian Kreasi Pesisir dan Dayak Siap Disuguhkan

MENYONGSONG perhelatan Festival Pesona Budaya Borneo 2 pada 11-15 Agustus 2018 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berbagai persiapan sudah dilakukan panitia. Apalagi, even akbar ini akan diikuti lima provinsi yang ada di Pulau Kalimantan, termasuk pada perwakilan negara sahabat.

DIRENCANAKAN even yang mengangkat budaya dan pariwisata serta potensi bisnis Kalimantan ini akan dibuka Presiden Joko Widodo atau yang mewakilinya serta Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis yang juga Gubernur Kalimantan Barat. Termasuk pula, para gubernur dan para ketua Dewan Adat Dayak (DAD) se-Kalimantan dan luar Kalimantan, negara serumpun dan duta besar negara sahabat. Tak terkecuali, para kepala daerah dan tokoh masyarakat adat Dayak, pelaku usaha daerah dan nasional.

Ada pameran potensi pariwisata daerah, pagelaran seni dan budaya Borneo, pameran produk unggulan dan karya inovatif daerah yang dibungkus dalam Borneo Art Carnaval 2018.

Salah satu marketing Borneo Art Carnaval 2018, Irma Arifany mengakui segala persiapan sudah 80 persen, termasuk informasi kehadiran perwakilan dari lima provinsi di Kalimantan, dan kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

“Memang dalam Festival Pesona Budaya Borneo 2 di Banjarmasin ini, disediakan stand untuk pameran produk unggulan daerah. Jadi, kami siap membantu mempromosikan acara ini,” ucap Irma Arifany kepada jejakrekam.com, Minggu (22/7/2018) malam.

Menariknya, dalam festival tahunan ini juga digelar berbagai lomba seperti tari tradisi kreasi, kuliner, melukis di atas kanvas, pahat perisai/telawang, lukis perisai, menyumpit, balogo, bagasing, desain laung, lomba fotografi hingga workshop kebudayaan.

Ketua Sanggar Tari Anggrek Banjarmasin, Pandi pun mengaku siap untuk memeriahkan Festival Pesona Budaya Borneo 2 yang berlangsung pada pertengahan Agustus 2018 mendatang.

Dengan segudang pengalaman dan tampil di berbagai perhelatan baik berskala lokal maupun nasional, Pandi mengatakan ada beberapa potensi tarian daerah khas Kalsel, khususnya dari Banjarmasin bisa ditampilkan nantinya. “Bukan hanya tarian khas pesisir Banjar, seperti japin dan tari baksa, kami juga akan menyiapkan tarian hantak mandau dan tarian khas Dayak Kalsel untuk disuguhkan nantinya,” tutur Pandi.

Menurut dia, semua tari yang hidup dan digali serta dikreasikan kembali dari kearifan lokal Banjar dan Dayak bisa dipadupadankan sebagai tarian yang menghibur dan atraktif. “Pokoknya, kami siap untuk berpartisipasi dan menjadi peserta Festival Pesona Budaya Borneo 2018 di Banjarmasin,” ucapnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor DidI GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...