Seharusnya Calon Senator DPD Lebih Agresif, Kalsel Butuh Terobosan Besar

TERUS disaring KPU Kalimantan Selatan, kini yang tersisa dari bakal calon senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI hanya 15 figur. Mereka pun harus menjalani proses verifikasi faktual berkas dukungan guna mendapat predikat peserta calon perseorangan di Pemilu 2019.

PARA bakal calon senator Senayan Jakarta  yang mendaftar adalah mantan anggota DPD RI Gusti Hasan Farid Aman, Habib Abdurrahman Bahasyim (calon petahana), H Samsani (eks Ketua KPU Tanah Bumbu), mantan anggota DPRD Kalsel asal PKS Muhammad Ihsanuddin, incumbent Habib Hamid Abdullah.

Kemudian, politisi Partai Nasdem yang juga tokoh Muhammadiyah Kalsel Hesly Junianto, pengusaha muda Agustin Nur Martina Putri, calon petahana DPD RI Antung Fatmawati, tokoh FPI Kalsel Habib Zakaria Bahasyim, mantan Bupati HSU HM Aunul Hadi Idham Chalid, Ketua DPD PAN Banjarbaru Soegeng Soesanto, eks anggota DPRD Kalsel dan DPD RI Adhariani, incumbent HM Sofwat Hadi, aktivis muda dan mantan wartawan M Suriani Shiddiq dan tokoh agama, Habib Ahmad Baharun.

Sisanya, para figur dari kalangan politisi dan aktivis seperti Syaifullah Tamliha memilih melaju ke pencalonan DPR RI. Sedangkan, mantan Bupati Batola dua periode, Hasanuddin Murad melangkah ke perebutan kursi DPRD Kalsel. Lalu, Ketua GP Ansor Banjarmasin Favi Aditya Ihsan dan Habib Ahmad Bahasyim, tercatat tak mendaftarkan diri ke KPU Kalsel.

Bagi pengamat politik asal FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Setia Budhi Ph.D justru melihat dari daftar bakal calon senator yang akan mewakili suara Kalsel dari sisi idealisme belum memberi harapan yang tegas dan kuat.

“Ya, seperti pernyataan mereka yang diberikan media massa, rata-rata ingin menjadi anggota DPD adalah berjuang agar anggaran pembangunan ke Kalsel lebih banyak. Saya pikir daerah lain pun akan melakukan hal serupa. Bahkan, para bacalon senator daerah lain lebih agresif dibandingkan mereka,” ucap Setia Budhi kepada jejakrekam.com, Sabtu (21/7/2018).

Tak mengherankan, doktor sosiologi-antropologi Universitas Kebangsaan Malaysia ini menyarankan agar publik sebagai empunya suara di Pemilu 2019, lebih memperhatikan idealisme para calon senator asal Kalsel.

“Padahal, banyak aspirasi rakyat Banua yang berkembang dan butuh perjuang keras bagai para wakil rakyat asal Kalsel di Senayan Jakarta. Seperti, mengapa Bandara Syamsudin Noor sampai sekarang belum berstatus bandara internasional? Mengapa anggaran yang menghubungkan Pulau Laut dan daratan Kalimantan terhenti sementara. Sementara, tol laut di daerah lain justru makin berkembang,” papar Setia Budhi.

Menurut dia, penting bagi Kalsel untuk menjamin keamanan para investor di Banua demi menyongsong era global. “Jadi, rakyat Kalsel sangat berharap adanya terobosan besar anggota DPD RI untuk kemajuan pembangunan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi