Penutupan Belokan RSUD Ulin Dinilai Untungkan Akses Menuju Duta Mall

PROTES kebijakan rekayasa lalu lintas yang dijalankan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin yang berencana menutup U-turn (belokan) depan RSUD Ulin dengan cara membuka belokan muka Duta Mall Banjarmasin, makin menguat di tengah publik.

TAK kurang di jejaring media sosial menyatakan warga Pal Satu menolak keras penutupan permanen belokan di muka RS Ulin Banjarmasin, yang terus digaungkan. Diduga kebijakan itu hanya menguntungkan pusat perbelanjaan modern tersebut.

Penolakan juga disuarakan Muhammad Reza. Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini menilai kebijakan itu justru merugikan bagi pengunjung RSUD Ulin Banjarmasin karena harus masuk Jalan Kolonel Sugiono terlebih dulu.

“Dengan U-Turn untuk Duta Mall dibuka membuat terlalu mudahnya akses menuju pusat perbelanjaan itu. Bisa saja kembali terjadi penumpukan karena masuk ke Duta Mall, durasi satu mobil bisa memakan waktu 10-20 detik karena harus mengambil karcis dan menjalani pemeriksaan petugas parkir, hingga terjadi penumpukan,” kata Muhammad Reza kepada jejakrekam.com, Selasa (10/7/2018).

Warga Banjarmasin ini juga mengatakan kebijakan ini justru mempersulit para pengunjung menuju RSUD ULin karena harus mencari jalur yang begitu jauh. “Sebab, tidak semua orang sakit itu menggunakan mobil ambulance. Lantas bagaimana dengan ketika menaikki mobil pribadi atau angkutan umum, apabila ingin putar balik di tempat itu, ternyata sedang lampu merah,” ucap Reza.

Bagi jebolan Fakultas Hukum ULM ini belum lagi, akibat orang yang menyalahgunakan hal tersebut, seharusnya tidak darurat kemudia mengambil jalur di lampu merahh langsung U-Turn balik arah. “Syukur, apabila orang itu betul ke RSUD Ulin, tapi  apabila ke Duta Mall, tentu memicu kemacetan dan memacu kecemburuan sosial,” papar Reza.

Iklan Samping 300×250

Dia menganalisis sebearnya apalagi waktu pagi dari Jembatan Merdeka hingga belokan RSUD Ulin bisa menimbulkan kepadatan atau volume kendaraan bermotor bertambah, bukan solusinya dengan menutup. “Ini merupakan tugas Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin bersama Satlantas Polres Banjarmasin dan polsek setempat untuk turun ke jalan terutama di jam-jam padat rutinitas kendaraan bermotor,” papar Reza.

Dia menyarankan agar U-Turn RSUD Ulin tetap ditutup, namun lampu merah dari arah Jembatan Merdeka kembali diaktifkan, dan traffic light samping Bank Pertama atau dari arah Kilometer 2 dibuat menjadi dua fungsi. “Yang pertama adalah lurus menuju Pasar Sudimampir dan yang kedua untuk putar balik atau menjadi U-Turn menuju RSUD Ulin Banjarmasin dan Duta Mall Banjarmasin,” kata Reza.

Ia yakin setidaknya hal tersebut bisa mengurangi kemacetan dan pertemuan antar kendaraan bermotor di pertigaan tersebut, apabila lampu merah dari Jembatan Merdeka kembali difungsikan. “Tetapi lampu merahnya harus dibikin lebih lama, karena kepadatan kepadatan dari Jalan Achmad Yani lebih banyak kendaraan bermotor dibandingkan dari arah dari Jalan Kolonel Sugiono,” ungkapnya.

Dengan adanya lampu lalu lintas di Jalan Achmad Yani dan Jembatan Merdeka disetting lebih lama, Reza mengatakan hal itu untuk mengantisipasi banyaknya arus kendaraan bermotor.

“Jelas, apabila lampu merah itu diaktifkan untuk putar balik menuju RSUD Ulin dan Duta Mall, maka bagi ambulance atau mobil darurat bisa diketahui dan hambatannya di pertigaan agar tidak terlalu lama, karena sudah diatur dengan traffic light,” imbuh Reza.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor DidI GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Penutupan Belokan RSUD Ulin Dinilai Untungkan Akses Menuju Duta Mall