Tanam Pohon Rambai untuk Jaga Habitat Asli Primata Khas Kalimantan

SEBANYAK 20 mahasiswa dan tiga profesor dari The University of Newcastle Australia bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Pena Hijau Indonesia, dan siswa GIBS, tanam pohon Rambai (Sonneratia Caseolaris) di kawasan Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalsel.

SUMMER Course 2018, diisi mahasiswa The University of Newcastle Australia dengan penelitian yang merupakan bagian dari The New Colombo Plan, Biodiversity Proboscis Monkey and Orang utan Program in Borneo, yang melakukan penelitian terkait perilaku dan habitat Bekantan di Kalsel. Selain di Kalsel, mereka juga direncanakan ke Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun, Kalteng.

Ketua Sahabat Bekantan Indonesia Amalia Rezeki mengatakan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Kalsel untuk lebih menyosialisasikan pentingnya menjaga habitat asli primata endemik Kalimantan ini.

“Kita bersama-sama menanam pohon Rambai, yang merupakan habitat Bekantan untuk hidup dan berkembang biak,” katanya, Jumat (6/7/2018).

Prof Michael dari The University of Newcastle Australia, mengatakan pihaknya datang ke Kalimantan guna melihat langsung habitat asli Bekantan.

“Hutan mangrove merupakan habitat asli Bekantan. Kita bersama-sama membangun habitat asli bagi Bekantan,” katanya.

Iklan Samping 300×250

Mahasiswi The University of Newcastle Australia Tiara mengatakan, hutan mangrove yang tumbuh di kawasan Pulau Curiak harus dijaga kelestariannya, sehingga Bekantan bisa berkembangbiak dengan baik.

Bekantan (Nasalis Larvatus) atau Proboscis Monkey merupakan spesies endemik yang mendiami hutan bakau (mangrove) di Pulau Kalimantan. Di Kalimantan, Bekantan dikenal juga dengan nama Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng, dan Kahau. Bekantan tersebar luas di hutan-hutan sekitar muara atau pinggiran sungai.

Bekantan termasuk primata yang terdaftar di dalam Appendix I dari CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), yang berarti tidak boleh diperdagangkan. Dan, Bekantan juga dimasukkan dalam kategori genting.

Ancaman utama kelestarian Bekantan adalah kerusakan habitat dan perburuan ilegal. Alih fungsi hutan dan illegal logging, serta Kebakaran hutan juga memberikan pengaruh terhadap penurunan populasi Bekantan di Kalimantan.(jejakrekam)

Penulis Andi Oktaviani
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Tanam Pohon Rambai untuk Jaga Habitat Asli Primata Khas Kalimantan