Selama 10 Hari, 15 Mahasiswa Kompas Borneo Lakukan Penelitian di Goa Liang Bangkai

SEBANYAK 15 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam dan Seni (Kompas) Borneo Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan penelitian ke kawasan Goa Liang Bangkai di Desa Dukurejo, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan selama 10 hari.

PARA peneliti kampus akan berangkat dalam dua gelombang. Untuk pertama dikirim 7 mahasiswa berikut para ahli lingkungan yang mendampingnya. Selanjutnya, secara bergantian akan dikirim lagi mahasiswa untuk melakukan riset di lapangan.

Pelepasan tim A ini dipimpin Senior Members Kompas Borneo ULM, Alimun Hakim di halaman Sekretariat KBU, Rabu (4/7/2018). Tim A ini merupakan tim pendahulu untuk melakukan pemetaan hutan hujan tropis, goa-goa yang terdapat di kawasan Goa Liang Bangkai, Desa Dukurejo, Kecamatan Mentewe serta advokasi dan kampanye lingkungan di tengah masyarakat.

“Saat ini, sebetulnya kawasan Mentewe, khususnya lagi di Goa Liang Bangkai itu telah dikepung perizinan tambang batubara dan perkebunan sawit. Ini jelas akan mengancam ekosistem kawasan pegunungan kapur atau kars, vegetasi alam, serta kekayaan hayati di kawasan Mentewe,” ucap Alimun Hakim kepada jejakrekam.com, Rabu (4/7/2018).

Pria yang juga guru SMP ini mengutip hasil peneitian Balai Arkeologi Kalimantan Selatan bersama geolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2010, termasu penemuan tulang rangka manusia dan peradaban manusia prasejarah di kawasan Goa Liang Bangkai.

Iklan Samping 300×250

“Sekarang, usai diteliti UGM dan peneliti dari luar negeri, kawasan Goa Liang Bangkai telah masuk dalam wisata unggulan serta lokasi peradaban manusia prasejarah. Apalagi, di dinding gua terdapat gambar dan lukisan hewan,” ucap Alimun.

Menurut dia, Goa Liang Bangkai terdapat 34 gua juga merupakan kawasan bukit gamping tertua di Indonesia, sehingga aset bersejarah semacam ini harus tetap dilestarikan, meski kini tengah dikepung areal pertambangan dan perkebunan sawit. “Nah, dengan penelitian dari Kompas Borneo, semoga makin memperkuat posisi Goa Liang Bangkai sebagai kawasan yagn bisa direkomendasikan jadi kawasan taman nasional atau sejenisnya,” tuturnya.

Alimun pun berpesan agar para mahasiswa yang melakukan penelitian bisa memberi pemahaman dan advokasi kepada masyarakat agar tetap mempertahankan kawasan itu. “Ini penting karena bukan lagi rahasia umu, Tanah Bumbu adalah kawasan yang terbesar areal tambang dan perkebunan sawitnya,” tandasnya.(jejakrekam)

 

 

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Selama 10 Hari, 15 Mahasiswa Kompas Borneo Lakukan Penelitian di Goa Liang Bangkai