Dinas Pendidikan Minta Anggaran Diperbesar karena Bertambah Pengelolaan UPT dan Sekolah

BERTAMBAHNYA Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan sekolah yang menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan Kalsel, diharapkan anggaran dinas tersebut pada 2019 tidak disamakan dengan tahun sebelumnya.

SEBAB, ditambahnya pengelolaan untuk SLBC, SMA Banua, SMK SPT Tanah Laut, Museum Lambung Mangkurat, Taman Budaya Kalsel, Dewan Pendidikan, serta PGRI, akan menambah anggaran teknis dan operasional.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa mengucurkan anggaran sesuai kebutuhan yang ada. Jika dikurangi lagi, maka aka terkendala,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Kalsel M Yusuf Effendie usai pertemuan dengan Komisi IV DPRD, Rabu (4/7/2018).

Alfamart 300×250

Dalam pertemuan itu, bebernya, selain membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran 2018 (KUPA) juga mengajukan usulan Rencana Kerja Anggaran (Renja) 2019 yang nilainya sekitar Rp 400 miliar, di luar belanja langsung seperti membayar gaji guru sebesar Rp 327 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Yazidi Fauzie mengatakan, pihaknya mengundang Dinas Pendidikan Kalsel untuk membahas KUPA 2018, KUA 2019, PPDB dan masalah honor guru SLBC yang jumlahnya lebih dari 300 orang, agar lebih mendapat perhatian berkaitan tunjangan insentif yang harus sesuai dengan beban tugas guru pengajar murid disabilitas itu.

“Untuk guru SLBC, dukungan Komisi IV akan diupayakan melalu Perda serta usulan alokasi anggaran,” katanya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Dinas Pendidikan Minta Anggaran Diperbesar karena Bertambah Pengelolaan UPT dan Sekolah