Layaknya Sirkus, Titi Tali Wakili Kalsel ke Festival Olahraga Galian Daerah Nasional di Jambi

MENYONGSONG Festival Olahraga Galian Daerah Tingkat Nasional yang dihelat di Jambi, 6-9 Juli 2018 mendatang, Kalimantan Selatan terus mengasah kemampuan para atlet olahraga tradisional yang akan dikirim ke even nasional.

PARA atlet pun bertanding di halaman eks Kantor Gubernur Kalsel, Jalan Sudirman Banjarmasin, Sabtu (30/6/2018) di Festival Olahraga Tradisional Kalsel. Ada beberapa model olahraga tradisional yang ditampilkan dalam festival tersebut.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Dinas Pemuda Olahraga  (Dispora) Provinsi Kalsel, Yuyu Rachmad Mulyana mengatakan olahraga galian daerah ini merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.“Memang, olahraga tradisional itu masih ada, namun tidak begitu populer dibandingkan olahraga modern yang ada,” ucap Yuyu Rachmad Mulyana kepada wartawan, Sabtu (30/6/2018).

Dia berharap lewat Festival Olahraga Galian Daerah Kalsel, bisa terus memupuk semangat para atlet olahraga tradisional kembali menggeluti berbagai cabang olahraga yang dilombakan baik tingkat regional, nasional bahkan internasional.

“Setidaknya, terus terjaga bibit-bibit atlet olahraga tradisonal. Bagaimana pun, olahraga harus memenuhi unsur seni, gerak, budaya dan aspek lainnya,” kata Yuyu.

Dalam festival ini, ada enam daerah yang ikut andil yakni Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Banjar. Mereka memperebutkan piala serta uang pembinaan. Para pemenang festival ini akan mewakili Kalsel untuk mengikuti Festival Olahraga Galian Daerah Tingkat Nasional di Jambi, pada 6-9 Juli 2018 nanti.

Sementara itu, kontingen Kotabaru menampilkan atraksi olahraga meniti tali. Menariknya, tiga atlet yang mewakili Kotabaru, rata-rata berusia di atas 50 tahun. Mereka menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh saat meniti tali dari kabel sebesar telujuk jari yang dibentang hampir 10 meter. Secara bergantian mereka pun menampilkan kehebatannya.

Iklan Samping 300×250

“Olahraga permainan ini namanya titi tali. Dulu, bukan tali yang digunakan, tapi rotan panjang. Sekarang rotan sepanjang 20 meter sudah susah dicari, terpaksa diganti tali,” ucap Ketua Kontingen Kotabaru, Muhammad Thamrin Kifli kepada jejakrekam.com.

Thamrin Kifli mengakui saat menginjak tali nilon jauh lebih sulit dibandingkan rotan. Sebab, menurut dia, saat meniti rotan, kondisinya lebih stabil dibandingkan tali nilon yang licik dan selalu bergerak ketika kaki atlet menginjaknya dan kemudian berjalan di atasnya. Layaknya pertunjuk sirkus, ternyata para atlet sangat mahir dan sudah terlatih.

“Memang, kami sengaja menampilkan peserta di atas umur 50 tahun. Namun, generasi muda di Kotabaru banyak yang sudah menguasainya, terutama pelajar SMP dan SMA,” kata Thamrin Kifli.

Anggota Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kotabaru ini mengakui olahraga titi tali ini tercipta karena kebiasaan masyarakat Kotabaru, terutama di pesisir laut saat hendak mencari ikan, terlebih dulu meniti rotan untuk menyeberangi sungai. “Olahraga titi tali ini populer di masyarakat Rampak, Kotabaru. Namun, kemudian terus kami sosialisasikan di daerah, terutama anak-anak nelayan di pesisir menggiati olahraga tradisional ini,” tandasnya.

Sedangkan, kontingen Banjarmasin menampilkan olahraga menarik pelepah pinang yang ditarik. Permainan anak-anak yang terkenal dengan tarik upih jadi tontonan yang menarik di festival kali ini. Sementara, kontingen Tanah Bumbu menyuguhkan permainan peresean, sebuah laga antara petarung khas Suku Sasak Lombok yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan perisai dari kulit kerbau atau sapi.

Dari penilaian para juri, akhirnya olahraga tradisional titi tali keluar sebagai pemenang. Para atlet asal Kotabaru berhak mewakili Kalsel ke Jambi, dalam Festival Olahraga Galian Daerah Tingkat Nasional pada awal Juli 2018 nanti.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Layaknya Sirkus, Titi Tali Wakili Kalsel ke Festival Olahraga Galian Daerah Nasional di Jambi