Gantikan Zulfadli Gazali, Samahuddin Diangkat Jadi Staf Khusus Gubernur Kalsel

GAGAL terpilih kembali menjadi komisioner KPU Provinsi Kalsel periode 2018-2023, dan hanya ‘nangkring’ di daftar pengganti antar waktu (PAW), ternyata Samahuddin Muharram justru kini dipercaya menjadi staf khusus bidang politik dan kepemiluan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

MANTAN Ketua KPU Provinsi Kalsel ini resmi menggantikan Zulfadli Gazali yang kini menjadi komisaris independen Bank Kalsel. Posisi lowong itu kemudian diisi dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini.

“Ya, sejak awal Juni 2018 lalu, saya sudah diangkat menjadi staf khusus Gubernur Kalsel, menggantikan Pak Zulfadli Gazali yang sekarang komisaris Bank Kalsel,” ucap Samahuddin Muharram kepada jejakrekam.com, Sabtu (30/6/2018).

Kedekatan Samahuddin dengan Paman Birin-sapaan akrab Gubernur Sahbirin Noor sudah terlihat dalam beberapa acara. Tampak, Samahuddin terlihat ikut dalam acara sahur bersama dan buka puasa, serta berbagai acara yang diikuti Paman Birin.

Masuknya, Samahuddin dalam staf khusus ini membuat formasinya kembali lengkap. Komposisi staf khusus yang diketuai mantan Bupati Tabalong yang juga politisi Partai Golkar H Noor Aidi, pakar hukum pidana ULM Banjarmasin Dr H Syaifuddin, pakar ilmu pemerintahan FISIP ULM Apriansyah, pengamat politik kebijakan, sosial dan budaya Taufik Arbain, serta dua aktivis lainnya, Agus Mawardi dan Rizal Akbar.

Apakah kehadiran Anda di staf khusus untuk menjadi konsultan politik menuju pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel pada 2020 nanti? Samahuddin pun menjawab dengan tertawa. Ia mengakui bisa saja publik mengartikan hal itu, karena isu yang berkembang menyebutkan jika Paman Birin ingin tetap mempertahankan ‘kekuasaan’ pada periode kedua.

“Yang pasti, saya memperkuat staf khusus yang ada. Ya, setidaknya pengalaman sebagai komisioner KPU Kalsel bisa memberi masukan dalam penguatan politik dan kepemiluan di daerah,” tutur Samahuddin.

Menurut dia, formasi staf khusus memang telah diisi koleganya sesama staf pengajar di FISIP ULM. Hanya saja, Samahuddin mengatakan penguatan bidang politik dan kepemiluan sangat dibutuhkan dalam mengawal roda pemerintahan Gubernur Sahbirin Noor di Kalsel.

Sekadar mengingatkan,  Samahuddin berada di urutan 6 atau PAW untuk komisioner KPU Provinsi Kalsel periode 2018-2023. Bersama sarjana politik Unhas Makassar dan peraih S2 dan S3 ilmu pemerintahan Universitas Padjajaran Bandung ini, terdapat calon PAW komisioner yakni S Alfian M Nur (mantan komisioner KPUD Banjarbaru), Mahyuni (mantan Ketua Bawaslu Kalsel), Harunur Rasyid (mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kalsel), serta Muhammad Riza Jihadi, mantan anggota KPU Kalsel.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s