Dirgahayu

Kapolda Kalsel Minta Waspadai Kerawanan Kondisi dan Politik Uang dalam Pilkada

KAPOLDA Kalsel Brigjend Pol Rachmat Mulyana bertemu jajaran KPU Kalsel jelang Pilkada Serentak tahun 2018 di empat kabupaten di Kalsel, yakni Tanah Laut, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Tabalong, yang pemungutan suaranya digelar pada 27 Juni 2018 nanti.

BRIGJEND Pol Rachmat Mulyana meminta jajaran KPU berkoordinasi dengan pihaknya bila menemukan kendala di lapangan, agar tidak menggangu tahapan Pilkada, seperti pendistribusian logistik, pencoblosan, hingga proses penghitungan suara.

Untuk mengamankan Pilkada, dikerahkan 682 personel Polda Kalsel guna backup pengamanan oleh jajaran polres di kabupaten yang menggelar Pilkada.

“Personel Polda Kalsel sifatnya backup terhadap jajaran di daerah yang melaksanakan Pilkada,” kata Rachmat.

Selain ke KPU Kalsel, Kapolda Kalsel juga berkunjung ke sekretariat Bawaslu Kalsel. Di Bawaslu, ia mendapat pemaparan dari perwakilan Panwaslu empat kabupaten yang tahun ini menggelar Pilkada.

“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan kondusif, lancar, dan aman. Namun, pendistribusian logistik beberapa daerah harus menghadapi kendala geografis, seperti di Kabupaten Tabalong,” kata Rachmat.

Dari laporan para Kapolres, bebernya, ada 11 titik yang dinilai rawan dalam hal jangkauan jaringan karena hal itu akan menghambat laporan nantinya.

Terkait kemungkinan politik uang, pihaknya sudah membentuk tim intelijen untuk memeriksa isu tersebut.

Rachmat mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menggunakan hak piliknya sesuai hati nuraninya dan jangan terpengaruh hoax serta provokasi.

Ketua Bawaslu Kalsel Iwan Setiawan menyatakan, hal yang paling utama diantisipasi jelang Pilkada yakni money politik. “Tapi, kami sudah siap siaga mengenai hal tersebut dengan bekerjasama dengan kepolisian,” katanya.(jejakrekam)

Penulis Deden
Editor Andi Oktaviani