ACT

DAS Sungai Danau Rusak, Tambang Batubara dan Perkebunan Sawit Disebut Penyebab Banjir

0 778

BANJIR bandang dan meluas di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tak hanya disebabkan curah hujan tinggi juga diduga diakibatkan kerusakan lingkungan dan meluapnya penampungan air di area tambang batubara.

BENCANA alam yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu, mengakibatkan sejumlah rumah penduduk terendam dan jalan terputus akibat terjangan air. Peristiwa ini juga memicu arus lalu lintas terganggu, hinga penumpukan kendaraan roda dua dan empat di sekitar titik lokasi banjir.

Di sela halal bihalal di lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (21/6/2018), Hanif Faisal Nurofiq pun mengakui memang ada permasalahan di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Danau yang harus ditangani dengan segera.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel ini tak menampik banjir yang terjadi sebagai dampak dari tingginya curah hujan dan meluapnya penampungan air (settling pond) di area tambang batubara yang ada di sekitar kawasan tersebut, serta perkebunan kelapa sawit.

“DAS Sungai Danau, termasuk di kawasan DAS Angsana, kondisinya kritis. Ini juga  yang harus segera ditangani. Saat ini, Pemprov Kalsel sedang menangani kerusakan tersebut melalui gerakan Revolusi Hijau, yakni menanam dan menanam pohon,” jelas Hanif.

Menurut dia, pihaknya terus berupaya maksimal melakukan rehabilitasi kawasan hutan dan DAS yang mengalami kritis akibat perambahan hutan dan penambangan.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel Ikhlas Indar menungkapkan telah terjadi kerusakan lingkungan di kawasan DAS, terutama di Kencana Angsana. Hal itu, menurut dia, diakibatkan kerusakan di sisi kiri dan kanan sungai, terutama akibat perkebunan kelapa sawit.

Hanif pun kembali menimpali. Menurut dia, curah hujan yang cukup tinggi dan meluapnya penampungan air di area tambang batubara juga menjadi salah satu penyebab banjir.

“Di atas (pegunungan) ada sejumlah pemegang IUP-OP dan PKB2B dan di bawahnya ada perkebunan kelapa sawit. Ya, dari keduanya ini tentu punya kontribusi penyebab terjadinya banjir di samping curah hujan yang tinggi,” ucap Hanif.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.