Dirgahayu

Aktivis Muda NU Prihatin dengan Ancaman Pembungkaman Kebebasan Berpendapat dan Pers

AKTIVIS muda Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan berdiskusi cukup hangat saat berbuka puasa di Rumah Makan Sari Patin, Banjarmasin, Rabu (13/6/2018). Berbagai problema yang mencuat jadi topik bahasan para aktivis muda ormas Islam ini. Makin menariknya,  diskusi ini juga dihadiri Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan, HM Syarbani Haira yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel.

DISKUSI pun membahas masalah kekinian, termasuk tragedi kematian yang menimpa seorang wartawan media online www.kemajuanrakyat.co.id yang tengah viral dan topik hangat nasional.  Meski masih plus minus, keberanian wartawan ini dihargai sebagai bagian dari kebebasan pers yang harus dilindungi dan didukung publik.

Aktivis muda Surya Fermana juga mengaku prihatin, ketika kebebasan pers harus dibelenggu, apalagi sekarang justru aparat penegak hukum malah mengenakan sanksi pidana menjadi ancaman pembungkaman kebebasan berpendapat.

“Kita harus mendukung orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo untuk menjaga kebebasan pers yang telah diperjuangkan lama sejak era reformasi,” ucap Surya Fermana.

Pria yang juga pengamat intelijen Banua dan berkiprah di Jakarta ini kasus yang menimpa M Yusuf, dan hingga harus menjemput nyawa ketika ditahan dalam kasus pemberitaan menjadi pembelajaran berharga dalam terus menjaga kebebasan pers di Indonesia. “Jangan sampai, justru kebebasan pers dan kebebasan berpendapat semakin memburuk. Ini harus menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo,” cetus Surya Fermana.

Kondisi ini diakuri Katib Syuriah PWNU Kalsel, HM Syarbani Haira. Pengalamannya yang pernah menjadi wartawan diceritakan kepada para aktivis muda NU yang hadir dalam acara buka puasa tersebut. Begitupula, Khairi Fuady, mahasiswa hubungan internasional UIN Jakarta ini serta Muhammad Radini, mantan aktivis PMII Kalsel dan pengurus KNPI Kalsel ini berharap agar kebebasan berpendapat dan pers di Kalsel benar-benar bisa terjaga.

“Pada prinsipnya, perjuangan kemasyarakatan, keagamaan dan kenegaraan bagi anak-anak muda tak boleh terhenti. Kami akan melanjutkan para senior, khususnya di NU Kalsel,” kata Khairi Fuady, yang merupakan cucu dari pahlawan nasional, KH Idham Chalid ini.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi