Takut Masuk Panti, Jamilah Harus Kucing-Kucingan dengan Satpol PP

BULAN Ramadhan menjadi pintu rezeki bagi Jamilah yang berprofesi sebagai pemulung. Sebab tidak sedikit orang yang memberinya makan bahkan sejumlah uang.

BERBEKAL sebuah gerobak yang cukup besar, Jamilah kerap mangkal di Jalan R Soeprapto. Kegiatan ini dilakoninya jelang berbuka puasa dan sahur.  Di dalam gerobak itu pula menjadi tempatnya melepas lelang. Kendati harus berdesakan dengan kardus dan botol bekas yang ia kumpulkan.

Dalam mengais rezeki, Jamilah tidak sendirian. Ditemani dua anaknya, wanita kelahiran Jawa Timur ini harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan di Kota Banjarmasin dalam mengais rezeki.

Iklan Samping 300×250

“Dulu memang tidak punya tempat tinggal dah harus tidur di gerobak. Namun sekarang saya ngontrak di kawasan Kelayan A Banjarmasin. Uang yang ada disisihkan untuk bayar sewa,” jelasnya.

Ia pun mengaku kerap main “kucing-kucingan” dengan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) jika memarkirkan gerobak di pinggir jalan saat beristirahat.

Sebab, lanjut dia, jika sampai terjaring petugas, maka akan menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan pasti masuk panti. “Saya sudah 15 tahun menjadi pemulung. Saat Ramadhan inilah rezeki cukup berlimpah. Inilah berkah bagi kami dalam mencari rezeki,”imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asykin
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...