Sabu 1 Kilogram Jaringan Malaysia Berhasil Digagalkan Satgas Pamtas Yonif 621 Manuntung

SATUAN Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 621 Manuntung berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan Malaysia dengan barang bukti 1 kilogram sabu, Minggu (3/6/2018).

KOMANDAN Satgas Pamtas Yonif 621/Mtg, Letkol Inf Rio Neswan mengungkapkan, awalnya pada Sabtu (2/6/2018), sekitar pukul 21.00 Wita, anggota Makotis Satgas Pamtas Yonif 621/Mtg, Praka Layama mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kurir narkoba jenis sabu yang akan membawa barang haram itu masuk ke Kalimantan.

“Dari informasi itu, dibentuk tim gabungan yang terdiri dari Personil Satgas Pamtas Yonif 621/Mtg, Satresnarkoba Polres Nunukan serta Polsek KSKP Pelabuhan Tunon Taka melakukan penyelidikan dalam kapal KM Lambelu tujuan Nunukan- Balikpapan,” papar Rio Neswan.

Usai melakukan penyelidikan dalam kapal tersebut, dicurigai warga Balikpapan bernama Aris Wicaksono tengah membawa perabot rumah tangga merek Tupperware berisi sabu menaiki KM Lambelu pada Minggu (3/6/2018). Tujuannya adalah Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Yang bersangkutan langsung dinterogasi dan dikembangkan oleh tim gabungan. Ternyata, dia mengaku merupakan jaringan dari seorang narapidana di Lapas Bayur, Samarinda bernama Hery. Dia ini diduga bertugas sebagai pengendali jaringan kurir sabu dari balik Lapas Bayur,” tutur Rio Neswan.

IKLAN TENGAH

Rupanya jaringan Hery cukup panjang. Tersebutlah nama Jefri, yang kemudian oleh Hery diperintahkan Iwan yang menjadi kurir ketiga untuk mengambil sabu dari Huseng di depan Hotel Buana Lestari, kemudian diserahkan kepada seseorang yang tak dikenali Iwan di daerah Kebun Sayur, Balikpapan.

“Keempat tersangka ini masing-masing oleh Aris Wicaksono diupah Rp 20 juta, Huseng diupah Rp 150 ribu dan pengupahan untuk Iwan belum dilakukan pembicaraan,” ungkap Rio Neswan.

Atas perbuatan para tersangka  masing-masing diancam pidana Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Fakta ini diungkap dalam pers rilis yang dilaksanakan di Mako Polres Nunukan, Rabu (6/6/2018) yang turut dihadiri oleh Dandim 0911/ Nunukan, Danlanal Nunukan, Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, Kepala BNN Nunukan, perwakilan Kejaksaan Negeri Nunukan, Imigrasi Nunukan dan beberapa kepala kantor instansi vertikal lainnya termasuk pihak Pelni.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Sabu 1 Kilogram Jaringan Malaysia Berhasil Digagalkan Satgas Pamtas Yonif 621 Manuntung