Kepala Kemenkumham Kalsel Ajak Warga Tak Mudah Percaya Berita Hoax

SERANGKAIAN aksi teror di berbagai wilayah di Indonesia dalam dua pekan terakhir mulai dari Mako Brimob di Jakarta, pengeboman tiga gereja di Kota Surabaya, hingga aksi penyerangan Mapolda Riau di Kota Pekanbaru, membuat gempar warga Indonesia.

KEPALA Kantor Wiayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan Dr Ferdinand Siagian menuturkan  dalam mengantisipasi dan memininalisir aksi terorisme di Banua, maka perlu koordinasi berbagai pihak, terutama kepolisian, kantori imigrasi, lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan (rutan) dan instansi terkait lainnya.

“Jangan mudah percaya dengan berita hoax dan selalu menjaga suasana yang kondusif. Jika ada persoalan, secepatnya berkoordinasi dengan aparat kepolisian sesuai dengan edaran Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly,” kata Ferdinand Siagian kepada jejakrekam.com, Rabu (16/5/2018).

Ia menegaskan semua agama jelas mengajarkan perdamaian, kerukunan dan persaudaran, tak pernah ada perintah membuat teror atau membunuh sesama. “Paham radikalisme itu bertentangan dengan ajaran agama manapun. Lebih-lebih lagi, Indonesia menganut paham Pancasila yang menjunjung tinggi toleransi,” kata Ferdinand.

Mantan Kepala Kanwil Kemenkumham Riau ini mengakui Banjarmasin relatif kondusif, dengan kondisi warganya yang religius terlebih lagi memasuki bulan suci Ramadhan. “Kami mengajak mari menanamkan kebaikan dan mendalami agama agar tidak terpengaruh dengan pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia aman dan tenteram,” tegasnya.

Menurut Ferdinand, sebagai negara besar dan berbhinneka tunggal ika, tentu masyarakat Indonesia tidak perlu takut dengan terorisme. “Sebab, semua kalangan masyarakat menentang adanya terorisme di ibu pertiwi,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...