Ucapan ramadhan

Bidik Kursi Rektor ULM, Prof Zairin Noor Target Akreditasi Institusi A

EMPAT guru besar bakal bertarung dalam memperebutkan mayoritas 65 persen suara Senat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) plus 35 persen Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) untuk menduduki kursi Rektor ULM periode 2018-2023.

INFORMASI yang beredar jelang pemungutan suara calon pemimpin kampus tertua di Pulau Kalimantan, disebutkan Dekan Fakultas Kedokteran ULM Prof DR Zairin Noor merupakan kandidat terkuat dalam menantang kandidat petahana, Prof DR Sutarto Hadi.

Apa yang memotivasi guru besar ilmu bedah (orthopedi) untuk turut memanaskan bursa calon Rektor ULM? Kepada jejakrekam.com, Rabu (16/5/2018), Zairin Noor mengatakan ingin memajukan kampus ULM melalui pengabdian diri sebagai pimpinan universitas.

Iklan Samping 300×250

“Saya juga termotivasi dari nasihat dan dukungan orang-orang terdekat. Makanya, saya maju untuk membenahi Universitas Lambung Mangkurat. Terutama, di sektor tata kelola keuangan di era zaman digital seperi sekarang. Jadi, mulai dari kurikulum sampai ke masalah keuangan harusnya didigitalisasi jadi semuanya harus berbasis informasi teknologi (IT),” papar Zairin Noor.

Presiden Indonesia Orthopaedic Association ini mengatakan berbasis IT harus melingkupi segala aspek mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, aktivitas mahasiswa, sampai masalah keuangan melalui IT. “Jadi, aktivitas keuangan tanpa melalui uang kas namun langsung ditransfer ke rekeing masing-masing.

“Saya menargetkan Universitas Lambung Mangkurat meraih akreditasi institusi A secepatnya. Namun, jika dalam prosesnya masih manual sukar untuk mendapat target tersebut. Ini yang menjadi evaluasi bersama segera untuk dibenahi,” ungkap dokter jebolan Universitas Padjadjaran ini.

Menurut Zairin Noor, ULM harus segera membenahi mulai dari sumber daya manusia (SDM) civitas akademika serta proses pembelajaran mindset berpikir antara dosen dan mahasiswa. “Jadi, semua harus berubah serta ada sinergisitas antara dosen dan mahasiswa,” kata dokter spesialis di RSUD Ulin Banjarmasin ini.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.