Ucapan ramadhan

Incar 1,8 Juta Pemilih, Golkar Kalsel Siapkan 430 Kader Calon Legislatif

KADER beringin disiapkan untuk bertempur dari perebutan kursi parlemen DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota dalam Pemilu 2019, usai dinyatakan lulus orientasi fungsionaris yang dihelat DPD Partai Golkar Kalsel, Selasa (15/5/2018).

“ORIENTASI pembekalan calon legislatif ini tujuannya untuk menanam, memupuk serta memelihara hubungan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Tujuannya, ya untuk meraih kemenangan sekaligus membesarkan partai,” ucap Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK kepada wartawan.

Ia pun berpesan agar kader beringin tak boleh berdiam diri, tapi harus jemput bola dalam menyosialisasikan diri serta membina hubungan dengan masyarakat pemilih. “Jika sudah menanam, memupuk dan membina, tentu bisa panen raya. Ya, ibarat menanam padi untuk menghasilkan beras murni,” ucap Supian beranalog.

Menurutnya, kader beringin harus benar-benar bersih dari narkoba, korupsi dan lainnya yang harus dijauhi. Supian menjelaskan untuk kader yang lulus pembekalan dalam dua tahap adalah 430 orang. Selanjutnya, 50 kader masih dengan catatan harus melengkapi syarat administrasi.

Iklan Samping 300×250

“Dari 430 tersebut terdiri 56 calon legislatif tingkat provinsi dan sisanya untuk kabupaten dan kota,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kalsel ini.

Pengusaha ini mengungkapkan persaingan untuk memperebutkan kursi parlemen sangat ketat, ditambah lagi kini ada 16 parpol yang berlaga di Pemilu 2019. “Makanya, untuk memperebutkan 1,8 juta pemilih dari 4 juta penduduk Kalsel, tentu perlu kerja keras sehingga bisa meraup suara. Terutama, membidik suara pemilih pemula,” tandasnya.

Politisi senior Partai Golkar H Noor Aidi pun mengingatkan agar seluruh kader bisa memetakan situasi, terutama analisis kelemehan, kekuatan, tantangan dan peluang yang bisa didapat Golkar. “Bagaimana pun, Golkar punya infrastruktur partai yang kuat dan besar. Nama besarnya sudah tak bisa diragukan lagi. Namun, tetap saja ada kelemahan yang harus ditutup. Seperti, ada oknum kader beringin yang terjerat kasus korupsi,” kata mantan Bupati Tabalong ini.

Menurut dia, kader beringin wajib membangun pendidikan dan budaya, komunikasi dan partisipasi politik di tengah masyarakat Kalsel. “Jika hal itu bisa dilakoni para kader, tentu akan bermanfaat bagi kader, partai, bangsa dan negara,” imbuh Noor Aidi.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.