Punya Modal Rp 70 Miliar, Jamkrida Kalsel Baru Untung Rp 1,5 Miliar

ABSENNYA pimpinan PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalsel dalam studi komparasi ke DKI Jakarta dipertanyakan Komisi II DPRD Kalimantan Selatan. Mengapa? Perusahaan daerah milik Pemprov Kalsel yang bergerak penjaminan kredit mikro dan kecil, pengadaan barang dan jasa, kredit umum, bank penjamin hingga surety bond ini dianggap belum memberi gambaran menggembirakan.

WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Gusti Rudiansyah pun mengatakan studi ke PT Jamkrida Jakarta itu sangat penting sebagai bahan pembanding terhadap perkembangan usaha jaminan perkreditan yang ditangani PT Jamkrida Kalsel.

“Bandingkan, PT Jamkrida Jakarta sekarang sudah memiliki modal ratusan miliar serta ribuan nasabah dengan cakupan usaha kecil. Sedangkan, PT Jamkrida Kalsel yang awalnya dibentuk untuk membackup pelaku usaha kecil belum terlihat, padahal terus disuntik modal melalui APBD,” ucap legislator Partai Golkar ini kepada jejakrekam.com, Sabtu (12/5/2018).

Rudiansyah menyebut pelaku usaha mikro kecil di Kalsel sangat membutuhkan tambahan modal, namun akibat tak memiliki agunan yang menjamin, kerap saat pengajuan kredit ke perbankan mendapat penolakan.

“Coba tengok di Jamkrida Jakarta, walau pelaku usaha kecil tak punya agunan atau jaminan, bisa dibantu dengan dibuatkan sejenis surat izin khusus untuk memperoleh kredit dari bank. Ini salah satu yang ingin kita pelajari dan bisa diterapkan di Kalsel,” kata Rudiansyah.

Anggota dewan yang membidangi ekonomi dan keuangan ini mengatakan selama ini kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah melalui penjaminan dari PT Jamkrida Kalsel selalu ditopang APBD Kalsel. “Maknya, kami minta agar PT Jamkrida Kalsel terus memperbanyak penjaminan bagi usaha kecil, sehingga menjadi corporate yang lebih mapan,” tandas Rudiansyah.

Dikonfirmasi, Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Rizqillah Suhaili, mengakui ketidakhadiran dirinya mendampingi  Komisi II DPRD Kalsel saat itu karena ada tugas penting di Banjarmasin yang tak bisa ditinggalkan. “ Sehari sebelumnya saya sudah di Jakarta. Pas mau mendampingi Komisi II DPRD Kalsel, saya diinstruksi untuk pulang ke Banjarmasin, jadi terpaksa saya tinggal,” ucap Rizqillah.

PPMI2

Ia pun mengaku sudah mengutus wakilnya, namun ternyata pesawatnya ditunda hingga dua jam, akhirnya batal bertolak menyusul Komisi II DPRD Kalsel ke Jakarta.

“Untuk perluasan usaha dan cakupan penjaminan hingga ke luar Kalsel, memang belum kami lakukan. Saat ini masih terkendala kecukupan modal minimal Rp 100 miliar. Sekarang, PT Jamkrida Kalsel baru memiliki modal Rp 70 miliar,” kata mantan pejabat di Jamkrindo ini.

Menurutnya, jika PT Jamkrida Kalsel memiliki modal Rp 100 miliar, tentu bisa lebih konsentrasi untuk mencakup usaha penjaminan daerah. “Pangsa pasar atau kue di daerah masih potensial untuk digarap,” cetusnya.

Rizqillah pun merinci hingga Desember 2017 tadi, PT Jamkrida Kalsel, sudah merealisasikan penjaminan dari target sebelumnya Rp. 718.213.597.795 menjadi Rp. 816.556.310.336. Terutama, untuk usaha produktif  mikro kecil  maupun usaha non produktif (surety bond, bank garasi ) dengan jumlah terjamin sebanyak 10.423 unit. “Bahkan, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 16.662 orang,” ucapnya.

Kemudian, menurut dia, PT Jamkrida Kalsel juga telah memperoleh laba perusahaan di tahun 2017 sebesar Rp 1, 5 miliar. Untuk tahun 2018,  PT Jamkrida Kalsel mematok target tidak terlalu tinggi yaitu nilai penjaminan sebesar Rp 599 miliar lebih dan serapan tenaga kerja sebanyak 16.703 orang.

“Untuk memperkuat posisi perusahaan, pada 2018 ini, kami akan mengusulkan penambahan modal sebanyak Rp 130 miliar dari syarat dan ketentuan modal sebelumnya,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Punya Modal Rp 70 Miliar, Jamkrida Kalsel Baru Untung Rp 1,5 Miliar