Jangan Sampai Peristiwa di Mako Brimob Terulang Kembali

BERBAGAI kalangan menyatakan rasa dukanya terkait insiden yang terjadi di Mako Brimob. Salah satunya disampaikan Sekjen Pusat Advokasi dan HAM (PAHAM Indonesia) Rozaq Asyhari.

GUGURNYA lima anggota kepolisian membawa duka yang mendalam untuk kita semua. Kami berharap hal ini tidak terulang lagi. Seharusnya penanganan kejadian seperti ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan proporsional, sehingga bisa dicegah timbulnya banyak korban” ujar pengacara publik dari PAHAM Indonesia ini, melalui rilisnya yang diterima www.jejakrekam.com.

Rozaq Asyhari menyampaikan bahwa tindakan keji yang dilakukan para napi terorisme itu bukan bagian dari ajaran agama tertentu.

“Tidak benar kalau kemudian ada yang menghubungkan tindakan teror dengan ajaran agama tertentu, misalkan saja mencatut nama Islam. Karena ajaran Islam itu mengajak kepada perdamaian dan saling menyayangi. Jika sekarang yang kita lihat adalah penyiksaan dan pembunuhan, jelas ini sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam,” papar doktor lulusan Universitas Indonesia ini.

PPMI2

Rozaq Asyhari mencermati SOP yang ada di dalam rutan Mako Brimob. “Bagaimana bisa, para napi merebut senjata para polisi, ini kan kemudian menjadi pertanyaan publik. Selain itu, bagaimana bisa rutan yang selama ini dipandang paling aman bisa dikuasai total oleh para warga binaan. Perlu dilakukan investigasi oleh Komisi III atau pihak lain, terutama dengan membuka CCTV yang ada di rutan Mako Brimob, sehingga akan terbukti, apa yang sebenarnya menjadi pemicu insiden tersebut,” paparnya.

Selain itu, Rozaq Asyhari menilai perlu ada penjelasan mengenai kewenangan pengelolaan rutan Mako Brimob. Apakah ini domain Densus 88, apakah kewenangan Mako Brimob, atau malah kewenangan Dirjen PAS.

“Hal ini menjadi pertanyaan publik yang seharusnya dijawab oleh pihak yang berwenang. Pihak kepolisian dan Menkumham perlu duduk bersama untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Andi Oktaviani
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Jangan Sampai Peristiwa di Mako Brimob Terulang Kembali