Jadi Ikon Banua, Kampus Terapung UMB Segera Diresmikan Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir

UNIVERSITAS Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) menjadi satu-satunya kampus yang memiliki gedung ‘terapung’ di atas air. Rencananya, pada Sabtu (5/5/2018) ini, kampus yang terletak di Jalan Gubernur Syarkawi, Lingkar Utara Kabupaten Barito Kuala akan menghelat tiga kegiatan besar yakni peresmian gedung utama kampus terapung, peletakan batu pertama UMB Convention Center (UMBCC) dan peletakan batu pertama Masjid Ulul Albab.

UNTUK peresmian gedung utama kampus terapung bernama Ahmad Azhar Basyir ini secara simbolis dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti dilakukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir. Nama Ahmad Azhar Basyir yang merupakan ikon kampus baru UMB yang selama ini beraktivitas di Jalan S Parman (eks Kampus STIKES Muhammadiyah) dan dipindah ke lokasi baru itu untuk menghormati nama tokoh anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tak hanya itu, Ahmad Azhar Basyir merupakan mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1990-1995, serta mantan anggota MPR-RI periode 1993-1998.  Gedung tersebut mengusung tema floating campus, sehingga menambah kembali ikon Banua Kalimantan Selatan yang terkenal di Banjarmasin dengan floating Market.

“Yang tidak kalah membanggakan adalah bahwa gedung ini memiliki konsep floating kampus (kampus terapung) yang pertama di Indonesia. tercetusnya kampus terapung ini terinspirasi dari wisata pasar apung, yang merupakan identitas khas wisata Kalsel,” ucap Rektor UMB Prof DR Ahmad Khairuddin dalam pers rilis yang diterima jejakrekam.com, Jumat (4/5/2018).

Mantan Ketua PW Muhammadiyah Kalsel ini menjelaskan UMB berkeinginan untuk menjadi kampus yang memiliki berkearifan lokal dan berwawasan global, dengan menciptakan suasana kampus yang asri, nyaman agar sivitas akademika merasakan kenyamanan dalam beraktivitas.

“Harapannya, UMB dapat melahirkan akademisi-akademisi dan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Banua sehingga selaras dengan visi UMB menjadi universitas terkemuka, unggul, profesional, berkarakter Islam yang berkemajuan di Kalimantan tahun 2025 dapat tercapai sesuai target,” ungkap guru besar UIN Antasari Banjarmasin ini.

Dalam kesempatan itu, peletakan batu pertama Masjid Ulul Albab UMB akan dilakukan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammaed Abdullah Al-Shuaibi. Kemudian, peletakan batu pertama UMBCC oleh Prof Dr HA Malik Fadjar selaku Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI).

Gedung Convention Center yang mampu menampung 2.500 orang tersebut juga akan tersedia beragam fasilitas penunjang lainnya, yaitu food court dan juga hotel.

Acara peresmian rencananya dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, para bupati dan walikota se-Kalsel, rektor-rektor PTN dan PTS se-Kalsel, ulama, tokoh masyarakat serta warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kalimantan Selatan.

Menurut Khairuddin lagi, rasa syukur UMB juga dengan berjalannya pembangunan dua gedung rusunawa (asrama) hadiah Presiden Jokowi saat berkunjung ke Banjarmasin pada September 2017 lalu.

“Pembangunan dua gedung rusunawa tersebut berada sekitar 100 meter di belakang Gedung Ahmad Azhar Basyir. Satu gedung rusunawa nantinya akan mampu menampung 250 mahasiswa. Dalam kontrak kerja antara pengembang dan pemerintah menyatakan bahwa rusunawa tersebut harus sudah selesai pada November 2018 ini,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi