Bila Dosen Harus Diimpor dari Luar Negeri, Ini Reaksi ULM dan Uniska

WACANA Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengimpor ratusan dosen asing yang akan mengajar di berbagai kampus di Indonesia, dibalut tujuan meraih reputasi dunia di bidang pendidikan.

WAKIL Rektor I Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dr H Ahmad Jarkawi menilai wacana impor dosen asing seperti dua sisi mata uang. Satu sisi sebagai bentuk pengembangan perguruan tinggi menuju kelas dunia, namun di sisi lain terjadi kecemburuan sosial antar akademisi lokal dan asing berhubungan dengan kesenjangan pendapatan yang mungkin akan terjadi.

“Kalau kita belajar dari sejarah negara Malaysia dekade 70-80an banyak guru-guru dari Indonesia yang dipekerjakan di negeri jiran itu. Bahkan, mereka pun sudah menjadi warga negara tersebut dan menjadi akademisi yang berkualitas. Sekarang, terbukti di era revolusi industri 4.0 kualitas pendidikan Malaysia lebih bagus dibandingkan Indonesia,” papar Jarkawi kepada jejakrekam.com, Sabtu (21/4/2018).

Ia menggarisbawahi dosen asing yang bekerja di Indonesia nantinya lebih spesifik keahlian dan keilmuan, terutama bidang ilmu yang belum dimiliki dosen dalam negeri. Hal ini bertujuan sebagai bentuk alih teknologi dan keterampilan antar akademisi lokal dan asing.

IKLAN TENGAH

“Uniska menyambut baik jika ada akademisi asing mengajar di kampus ini. Ya, dengan catatan fasilitas ditanggung oleh pemerintah Indonesia,” imbuh Jarkawi.

Begitupula, Wakil Rektor I Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof  DR Ahmad Alim Bachri berpendapat di era keterbukaan adanya wacana dosen asing sangat wajar. Namun, menurut dia, dengan catatan para dosen asing yang diimpor itu harus diseleksi ketat, menyangkut keahlian yang taak dikantongi dosen lokal.

“Banyak  lulusan pasca sarjana dalam negeri yang belum terakomodir dalam lapangan pekerjaan. Nah, jika pemerintah membuka seluas-luasnya kesempatan lulusan pasca sarjana untuk menjadi dosen sebetulnya tidak perlu impor dosen asing. Terkecuali, tenaga khusus yang diperlukan dan belum dimiliki perguruan tinggi,” kata guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM ini.

Alim Bachri pun mengatakan ULM tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan dosen dari luar negeri, namun hanya bersifat sementara. Sebab, beber dia, selama ini ada program pemerintah visiting professor program tukar menukar antar akademisi dengan perguruan tinggi luar negeri. (jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Bila Dosen Harus Diimpor dari Luar Negeri, Ini Reaksi ULM dan Uniska