Dirgahayu

Disuguhkan Film Dampak Negatif Sawit, Gapki Kalsel : Kami Sudah Biasa Diserang

DIPRODUKSI oleh Watchdoc dan Ekpedisi Indonesia Biru, dampak negatif dari industri perkebunan kelapa sawit dituangkan dalam sebuah film dokumenter berdurasi 68 menit. Khusus di Kalsel, ada dua lokasi yang akan menghelat nonton bareng film dokumenter ini.

KEGIATAN pertama dilaksanakan di Sekretariat Banjar Public Initiative (BPI), Kompleks Kayu Tangi II, Jumat (13/4/2018) dan berlanjut di Kupi Datu, Banjarbaru pada  Sabtu (14/4/2018) malam.

Terkait dengan pemutaran film dokumenter tersebut,  Hero Setiawan, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalsel menganggap film asimetris tersebut merupakan bentuk kampanye hitam untuk menyerang industri kelapa sawit. “Film dokumenter itu tidak berimbang karena hanya melihat satu sisi dan tidak mengambil pendapat pengusaha kelapa sawit,” sebutnya.

Ia mengatakan, sudah terbiasa jika industri kelapa sawit diserang walaupun sederat aturan ditaati seluruh anggota yang bernaung dibawah Gapki. “Bukan rahasia lagi jika industri kelapa sawit berjasa dalam menyumbang devisa terbesar Indonesia.  Dan kami sudah terbiasa diserang karena merupakan objek yang seksi,” tegasnya.

Hero pun memastikan kebakaran hutan yang terjadi  medio 2015 lalu tidak terkait dengan perusahaan kelapa sawit seperti yang banyak dituduhkan selama ini dan Gapki berkomitmen menjaga kebakaran hutan dan lahan walaupun diluar konsensus perusahaan. “Gapki kalsel terdiri dari 47 perusahaan dari 78 perusahaan kelapa sawit dengan total 250.000 hektar lahan sawit” ucapnya.(jejakrekam)

 

Penulis Husaini
Editor Fahriza