Wewenang DPD RI Diperkuat, 23 Nama Dikabarkan Berebut 4 Kursi Senator Kalsel

KEWENANGAN Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI diperkuat melalui revisi UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) Nomor 17 Tahun 2014, terutama dalam mengevaluasi peraturan daerah (perda) yang dianggap bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, terutama undang-undang.

UNTUK itu, lembaga para senator ini pun bisa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perda, meski tak berwenang untuk membatalkannya. Fungsi konsultatif dan rekomendasi dari DPD RI atas perda yang dibuat pemerintah daerah. Terutama, dalam Pasal 249 Poin J UU MD3 yakni DPD berperan dalam mengawasi pemerintah daerah, dan dijamin tidak tumpang tindih dengan mandat yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri dalam mengevaluasi perda.

Tak mengherankan, Syamsul Daulah yang berlatar belakang aktivis LSM mengaku tertarik untuk bertarung dalam Pemilu 2019 mendatang untuk perebutan empat kursi DPD RI di daerah pemilihan Kalsel.

Iklan Samping 300×250

“Saya juga memilih netral. Karena banyak tawaran dari parpol, jadi lebih baik maju melalui DPD RI di Pemilu 2019. Apalagi, kewenangan DPD RI sedikit demi sedikit telah diperkuat, seperti bisa mengevaluasi perda yang dibuat pemerintah daerah, ketika bertentangan dengan peraturan di atasnya, khususnya UU,” ucap Syamsul Daulah kepada jejakrekam.com, Selasa (17/4/2018).

Ketua DPP Sentral Informasi Reformasi Rakyat Kalimantan (Sirkal) mengakui pertarungan memperebutkan kursi senator asal Kalsel sangat sengit, dikarenakan sejumlah politisi dan tokoh masyarakat juga berencana maju di Pemilu 2019. “Saya dengar, tokoh-tokoh agama juga maju untuk perebutan kursi DPD RI,” kata Syamsul.

Menariknya, dalam bursa bakal calon DPD RI yang beredar sedikitnya ada 23 nama mencuat, termasuk Syamsul Daulah. Mereka yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon senator itu adalah Hesly Junianto (politisi Partai Nasdem), Syaifullah Tamliha (anggota DPR RI asal FPPP), Sekretaris Pemuda Katolik Kalsel Agustinus Koestandinata, Habib Abdurrahman Bahasyim (calon petahana DPD RI), HM Sofwat Hadi (incumbent DPD RI), Eka Yeny Sulistiningsih, Gusti Farid Hasan Aman (mantan anggota DPD RI), Muhammad Ihsanudin (mantan anggota DPRD Kalsel), Hasnuryadi Sulaiman (anggota DPR RI asal Golkar), Antung Fatmawati (anggota DPD RI).

Selanjutnya, ada nama Habib Ahmad Baharun, Habib Hamzah Asegaf, Adhariani (mantan senator DPD RI), Soegeng Soesanto (mantan anggota DPRD Kalsel asal PAN), Samsani (Ketua KPUD Tanah Bumbu), Abdul Sani (aktivis LSM), M Suriani Shiddiq (Ketua Umum Sekretariat Nasional Jaringan Intelektual Muda Kalimantan/Jimka), Habib Hamid Abdullah (anggota DPD RI/calon petahana), Sayyid Zakaria Bahasyim (FPI Kalsel), Liana Priwanti (pengusaha), M Aunul Hadi Idham Chalid (mantan Bupati HSU), serta mantan Bupati Batola dua periode, Hasanuddin Murad.(jejakrekam)

 

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.