Pemprov Kalsel-Pemkot Banjarmasin Saling Lempar, Akses Jalan Simpang Jelai Terbengkalai

MESKI berada di Kota Banjarmasin, akses infrastruktur Simpang Jelai, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan belum sepenuhnya terbuka. Keisoliran kawasan pinggiran kota itu coba dibuka dengan membangun akses jalan darat menuju SDN Basirih 10. Apalagi, selama ini, menuju sekolah itu hanya bisa ditempuh lewat jalur sungai yang cukup berisiko bagi keselamatan siswa.

AULIA, siswi SDN Basirih 10 pun bercerita hingga kini dirinya bersama kawan-kawannya di sekolah terpaksa harus mengayuh jukung (sampan) hingga lima kilometer menuju ke sekolah. “Selama ini, belum ada akses jalan darat yang memadai menuju ke sekolah,” kata Aulia kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Gara-gara akses jalan darat yang terkoneksi ke sekolah itu, membuat jam belajar di SDN Basirih 10 pun juga terbatas. Kendala yang dihadapi para siswa adalah, jam bubaran sekolah terjadi ketika jam di dinding menunjukkan pukul 10.00 hingga 11.000 pagi. Sebab, jika terlalu lama di sekolah, para siswa pun khawatir tak bisa pulang, karena air sungai akan surut. Hasilnya, jukung pun terancam akan terperangkap dalam endapan lumpur sungai.

Warga sekitar, Nurdin menuturkan bahwa Pemkot Banjarmasin harusnya bisa menuntaskan pembangunan jalan dengan segera. “Janjinya mau dilanjutkan, tapi ini pembangunan belum selesai,” ujarnya.

Nurdin  berharap pembangunan bisa terealisasi. Sebab bakal banyak memberikan kemudahan bagi warga Simpang Jelai dan SDN Basirih 10, agar bisa menikmati akses darat menuju sekolah.

IKLAN TENGAH

“Harapannya anak-anak bisa berangkat ke sekolah melalui jalur darat tanpa mengayuh jukungnya setiap hari, makanya pembangunan bisa secepatnya dituntaskan” kata Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalsel, Makmur mengatakan untuk pembangunan jalan dan jembatan Simpang Jelai, sudah dialokasikan dana sebesar Rp 1,1 miliar dalam APBD 2017 lalu. “Pada tahun lalu, kami sudah membantu. Seharusnya, tahun ini, giliran Pemkot Banjarmasin. Jangan kami lagi,” kata Makmur.

Terpisah, Kabid Jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra IW mengungkapkan tidak semua usulan bisa ditangani termasuk pembangunan Simpang Jelai. Dia berkilah keterbatasan anggaran dan belum termasuk agenda prioritas pembangunan jalan di kawasan itu.

“Tahun 2018 ini, kami akan mengerjakan pembangunan jalan tembus Melati Indah ke Hikmah Banua dan jalan tembus MT Haryono menuju kantor Pemkot Banjarmasin. Bukan hanya itu, ruas jalan lainnya juga perlu pemeliharaan dan perbaikan,” ucap Chandra.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Pemprov Kalsel-Pemkot Banjarmasin Saling Lempar, Akses Jalan Simpang Jelai Terbengkalai