Cegah Sampah di Sungai, Kementerian LHK Puji Pengelolaan Kebersihan Kota Banjarmasin

MEMOMPA kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kebersihan kota, Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menghelat jalan santai sekaligus aksi bersih-bersih di sekitar kawasan Jalan Sudirman- Jalan AS. Musyaffa – Jalan R Suprapto – Jalan Merdeka – Jalan Piere Tendean, Minggu (15/4/2018) pagi.

AKSI ini sebagai bentuk dukungan Balai Kota dalam mewujudkan program nasional Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 ini diikuti Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Ketua TP PKK Banjarmasin Hj Siti Wasilah, dan Dirjen Pengelolaan Sampah dan LB3 dari KLHK Rosa Vivien Ratnawati beserta Kepala SKPD dan warga sekitar.

Peringatan HPSN 2018 dengan tema Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya aksi bersih-bersih, penimbangan sampah dan apresiatif dukungan yang dibuktikan dengan pembubuhan tandatangan bersama bersih dari sampah.

Dirjen Pengelolaan Sampah dan LB3 pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan bahwa Banjarmasin merupakan kota ke-9 di seluruh Indonesia yang melakukan rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018. Dengan gerakan pengelolaan sampahnya, Vivien menilai Banjarmasin sudah maju ditambah dengan antusiasme masyarakat yang sangat menerima adanya larangan penggunaan belanja plastik.

“Saya minta Banjarmasin ini terus berinovasi agar penanganan sampah di kota ini bisa maksimal dan mendukung Indonesia bersih tahun 2025,” ujar Vivien.

Adapun regulasi terbaru dalam pengelolaan sampah adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah, yang menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan 70 persen penanganan sampah pada tahun 2025 di mana saat ini kebijakan tersebut sedang disosialisasikan.

Iklan Samping 300×250

“Untuk mendukung hal itu kota Banjarmasin dapat menyusun kebijakan strategi daerah dalam membantu Indonesia agar dapat mengurangi dan dapat tertangani dengan baik sampahnya hingga 100 persen di tahun 2025,” katanya.

Sungai yang ada di Banjarmasin ini dinilai Viven, merupakan hampir hilirnya dari beberapa sungai di kota-kota sekitar yang memang masih ditemukan. Hanya saja, lanjut dia, cukup menyenangkan hati karena sampah tersebut kebanyakan sampah organik dibandingkan sampah plastik yang sangat minim.

Vivien berharap untuk penanganan sampah-sampah di sungai,  ke depan  tidak mengalir lagi ke laut yang kini menjadi sampah yang sangat luar biasa. “Memang harus direkayasa dengan teknologi atau alat apapun untuk bisa menangkap sampah-sampah yang ada di sungai itu, sehingga tidak masuk ke laut, tapi saya melihat tadi pagi itu luar biasa sungainya cukup bersih,” pungkas Vivien.

Sementara itu Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menjelaskan bahwa menolkan sampah ini memang mustahil. Namun, Ibnu Sina hakkul yakin  bisa mengurangi, termasuk sungai-sungai yang ada di Banjarmasin. Kemudian untuk upaya ke depan adalah perlu ada campur tangan seluruh pihak.

“Tidak mungkin hanya pemerintah kota. Harus ada upaya dari semua pihak, dari Bank Sampah, komunitas dan  warga sekitar. Ini harus dimulai dari sekarang.  Jita jangan sampai kehilangan waktu untuk membersihkan kota ini supaya betul-betul menjadi kota yang bersih dan nyaman,” ujar Ibnu Sina.

Terkait prestasi keberhasilan Pemkot Banjarmasin mencegah 57 juta lembar kantong plastik yang beredar, Ibnu Sina mengatakan bahwa dengan mengacu pada Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2016 ini bisa mencegah masuknya plastik-plastik tersebar di seluruh penjuru kota.

“Nah, ketika itu bisa kita stop, tertahan dengan melarang menggunakan kantong plastik tapi dipergunakan yang daur ulang. Kemudian bisa digunakan ulang, apalagi dengan kearifan lokal kita menggunakan bakul purun itu sebuah upaya yang menguntungkan semua pihak, termasuk beban kota yang sudah mulai terkurangi,” tandas Ibnu Sina.(jejakrekam)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.