Asimetris, Film Dokumenter Dampak Buruk Industri Sawit bagi Lingkungan

BANJAR Publik Inisiatif (BPI), Forum Sineas Banua (FSB), dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel gelar nonton dan diskusi film berjudul Asimetris, Jumat (13/4/2018) malam, di Sekretariat BPI, Kayu Tangi, Banjarmasin.

FILM dokumenter berdurasi 68 menit ini, karya Indra Jati dan Dandhy Dwi Laksono, diproduksi oleh Rumah Produksi Watchdoc dan Ekpedisi Indonesia Biru, yang bercerita tentang dampak industri perkebunan kelapa sawit.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono menyatakan, industri kelapa sawit berperan atas mengikisnya kearifan lokal di Kalsel.

“Sumatera adalah daerah pertama yang diserang industri sawit, dimana mulai terasa efek negatifnya, seperti gajah dan harimau yang menyerang pemukiman warga karena ekosistemnya rusak. Sekarang industri sawit memasuki Kalimantan dan Papua,” tuturnya.

Iklan Samping 300×250

Catatan Walhi Kalsel, beber Kisworo, beberapa tahun terakhir, lebih dari 30 kasus kriminalisasi masyarakat akibat konflik agraria. Dan, masyarakat selalu kalah melawan industri.

“Walhi selalu mendorong adanya peradilan lingkungan. Walhi juga membantah klaim sawit tidak merusak lingkungan, seperti yang dipropogandakan selama ini,” tegas Kisworo.

Diungkapkannya, masuknya dua perusahaan perkebunan sawit di Hulu Sungai Utara (HSU) telah mengancam sumber daya genetika lokal, misalnya kerbau rawa.

“Walhi konsisten menolak UU perkelapasawitan yang dalam pasal-pasalnya menguntungkan korporasi. Kondisi di lapangan harusnya dibereskan oleh negara. Sebaiknya industri hilir dikembangkan, bukan hanya memproduksi CPO,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Asimetris, Film Dokumenter Dampak Buruk Industri Sawit bagi Lingkungan