Kesehatan dalam Pandangan Islam

Oleh : Mulyaningsih, S. Pt

TAK terasa hampir dua pekan lamanya bulan April ini kita lalui. Peristiwa-peristiwa silih berganti datang dan pergi. Mulai dari masalah narkoba termasuk miras yang menelan banyak korban jiwa, harga BBM yang naik serta kabar blusukan para calon bupati atau walikota yang hendak mengikuti perhelatan akbar (pilkada) tahun ini.

ITU berita-berita yang mewarnai di negeri ini. Tak lepas dari itu, ternyata kita telah melewati hari kesehatan internasional yang jatuh pada tanggal 7 April. Masih banyak pekerjaan rumah yang menanti di bidang kesehatan. Mulai dari masalah sarana kesehatan, jumlah tenaga kesehatan serta pelayanan kurang memuaskan. Begitulah adanya gambaran dunia kesehatan sekarang. Dan satu hal lainnya adalah pada daerah-daerah terpencil sulit sekali menemukan fasilitas kesehatan.

“75 % peserta BPJS Kesehatan menyoal pelayanan Rumah Sakit yang menuai banyak masalah,” kata Koordinator Kornas MP BPJS, Hendry Susanto (6/10/17) (rmol.com). Banyak pasien BPJS Kesehatan yang ditolak karena fasilitas kamar rawat inap RS penuh, RS meminta uang muka perawatan kesehatan, kelangkaan obat maupun darah bagi pesrta BPJS  dan yang lainnya. Hal itu mendorong pada ketidakkuasaan publik terhadap pelayanan BPJS-Kesehatan.

Islam Memandang Kesehatan

Islam adalah sebuah agama yang sempurna dan paripurna, tak hanya mengatur masalah ibadah hamba kepada Rabb-nya saja. Namun mengatur seluruh permasalahan manusia, semua hal tanpa kecuali. Termasuk pula pada kebutuhan pokok manusia beserta cara pemenuhannya.

Berbicara kebutuhan pokok berarti hal ini sangat penting, wajib terpenuhi per individu-individunya. Yang termasuk dalam kebutuhan pokok tersebut adalah sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Di sini berarti negara lewat tangan pemerintah wajib untuk mengurusi semua hal tersebut. Termasuk pula di dalamnya adalah menyediakan fasilitas serta menghadirkan orang-orang ahli dalam bidang kesehatan. Karena ini memang tugas pemerintah (penguasa) untuk menjamin hak-hak rakyatnya.

Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya.(Bukhari dan Muslim).

Contoh nyata yang patut ditiru adalah ketika Rasulullah kala itu sebagai kepala negara di Madinah. Beliau mendapatkan hadiah dari seorang Gubernur Romawi yang berkuasa di Mesir berupa dokter. Tanpa berpikir panjang, Rasulullah langsung memerintahkan kepada dokter tersebut agar memeriksa rakyatnya. Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa sebagai kepala negara harus bisa bersikap layaknya seorang pemimpin. Yang mampu mengayomi serta melindungi rakyatnya.

Di masa lalu ketika Islam berjaya, semua orang belomba-lomba untuk melakukan yang terbaik demi kemaslahatan ummat. Kala itu negara menyediakan rumah sakit kelas satu dan dokter-dokter yang ahi dibidangnya. dipenuhi. Tentunya hanya dengan penerapan sistem Islam semua akan dipikirkan secara serius dan dilaksanakan dengan segera. Termasuk di dalamnya adalah negara akan menyediakan sarana dan prasarana lengkap untuk rakyatnya, agar bisa mempelajari semua hal serta mampu berprestasi sesuai dengan bidang keahliannya.

IKLAN TENGAH

Sebagai contoh adalah Rumah Sakit Umum Bimaristan al-Mansuri di Kairo. Rumah sakit tersebut mampu mengakomodasi 8.000 pasien. Ada dua petugas yang mendampingi satu pasien. Tugas mereka adalah melayani secara keseluruhan kebutuhan si pasien dan menyiapkan segala hal yang terkait didalamnya. Hal itu dilakukan agar memberikan pelayanan serta kenyamanan bagi si pasien. Dengan begitu insya Allah pasien akan cepat pulih dari sakitnya.

Ditambah lagi, adanya apotik dan klinik berjalan. Hal ini ditujukan pada orang-orang yang mempunyai keterbatasan secara fisik yang tinggal di desa-desa. Khalifah Al-Muqtadir Billah memerintahkan kepada kepada para petugas yang ada di apotik dan klinik berjalan agar mengunjungi setiap desa dan tetap tinggal di sana selama beberapa hari sebelum melanjutkan menuju desa lainnya.

Dari gambaran fakta sejarah di atas maka begitu luar biasanya pelayanan kepada masyarakat (rakyat). Begitu tergambar keseriusan serta ketelitian dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Seharusnya, pada saat ini penguasa berkaca dan belajar dari fakta sejarah yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Kebutuhan pokok harus dikontrol dan diperiksa agar terpenuhi individu per-individunya.

Hal tersebut memang harus dipastikan pemenuhannya. Terutama masalah kesehatan ini, karena jika banyak rakyat yang menderita sakit maka banyak hal nantinya yang tidak berjalan. Ditambah pula bahwa kesehatan ini termasuk pada kebutuhan pokok rakyat.

Tentunya, sistem yang harus diterapkan adalah Islam. Karena hanya dengan Islam semua bisa diwujudkan secara sempurna. Dan satu hal yang perlu diingat bagi penguasa, bukan hanya bagaimana menyediakan pelayanan medis, namun  yang lebih utama adalah memenuhi kebutuhan rakyat yang dirinya dipercayakan atas mereka. Karena semua itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Wallahu a’lam (jejakrekam)

Penulis adalah Ibu rumah tangga

Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga

Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK) Kalsel

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Kesehatan dalam Pandangan Islam