Dua Kali Tanam Siasati Berkurangnya Lahan Persawahan di Kalsel

SATU dasawarsa terakhir, di Kalimantan Selatan terjadi penyusutan lahan persawahan sekitar 16 ribu hektare. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan di tengah target Pemprov Kalsel yang ingin menjadi lumbung padi nasional, serta menjaga ketahanan pangan.

UNTUK menjaga ketahanan pangan di tengah penyusutan lahan persawahan, Pemprov Kalsel meminta petani bisa panen dua kali dalam setahun, dimana sebelumnya hanya sekali setahun.

“Sejak tahun 2000-an, sudah ada penyusutaan lahan sawah sebanyak 16 ribu hektare,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Fathurrahman kepada jejakrekam.com, Jumat (13/4/2018).

Iklan Samping 300×250

Pemprov Kalsel, lanjutnya, bersama TNI telah melakukan program cetak sawah baru, yang sudah direalisasikan sekitar10.000 hektare, dan tersebar di beberapa kabupaten di Kalsel.

Meskipun lahan sawah masih kurang karena cukup sulit untuk mencari lahan yang cocok seperti ada aliran airnya, Pemrov Kalsel juga melakukan strategi pemanfaatan lahan dengan cara tanam dua kali dalam setahun.

Hasilnya, sebut Fathurrahman, produksi gabah kering Kalsel terus meningkat, pada 2015 sebanyak 2,08 juta ton, tahun 2016 sebanyak 2,43 juta ton, dan tahun 2017 mencapai 2,45 juta ton, dengan surplus 190 ribu ton.

“Untuk efektifitas pemanfaatan lahan, pemerintah daerah melakukan perbaikan galangan, tanggul, hingga saluran irigasi agar produksi padi terus meningkat,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.