Seleksi Direktur Utama PDAM Bandarmasih Didesak Lebih Transparan

DARI 19 pelamar calon Direktur Utama PDAM Bandarmasih yang mengikuti seleksi administrasi, terhitung 4 April 2018 lalu, hanya 14 orang dinyatakan lulus, sisanya 5 dinyatakan gagal. Selanjutnya, tes kesehatan diikuti 14 orang selama dua hari sejak 9-10 April 2018, yang dibagi dalam dua gelombang.

MEREKA yang bersaing memperebutkan posisi puncak di pabrik air milik Pemkot Banjarmasin adalah Plt Dirut PDAM Bandarmasih Yudha Achmadi, Endang Waryono (Sekretaris PDAM Bandarmasih), Suriansyah (eks Direktur Teknis PDAM Intan Banjar), Superia (Dirut PDAM Tapin), Suhardi, Mudo Andayono dan Hermansyah. Selanjutnya, Direktur Umum PDAM Bandarmasih Hj Faridah Arianti, Jam Jam Nur Jaman, Sudrajat, Nursiwan, Goklas Sinaga serta Rully Erhardi.

Seleksi melalui tes kesehatan di RSUD Ulin Banjamasin telah dilewati para calon. Selanjutnya, mereka mengikuti tes psikologi juga berlangsung selama dua hari, 11-12 April 2018. Mengamat jalannya proses seleksi ini, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel, DR Akhmad Murjani berharap agar berjalan transparan, sehingga publik bisa mengetahui hasil dari penyaringan calon Direktur Utama PDAM Bandarmasih.

“Yang pasti, kami menilai ketika ada orang di luar Kalsel tak lolos, itu sebetulnya sah-sah saja. Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan. Wajar, jika PDAM Bandarmasih mengutamakan warga Kalsel, karena lebih mengenal wilayah dan medan. Ini juga bisa menguntungkan daerah dengan mengandalkan sumber daya manusia (SDM) lokal,” ucap Akhmad Murjani kepada jejakrekam.com, Kamis (12/4/2018).

Dia juga membandingkan apa yang diterapkan perusahaan lain di Jawa Timur, justru mengutamakan potensi lokal. Menurut Murjani, persaingan untuk memperebutkan posisi puncak di PDAM Bandarmasih memang harus memberi kesempatan bagi putra daerah.

IKLAN TENGAH

“Potensi dan peluang yang ada jangan sampai dinikmati orang luar Kalsel. Benar KTP berlaku secara nasional, tapi tak ada salahnya jika kita mengutamakan SDM yang ada di Kalsel,” cetusnya.

Murjani mengingatkan pengalaman perekrutan calon direksi di Bank Kalsel, hingga harus ditolak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akibat tak mengetahui rekam jejak yang bersangkutan. “Terpenting adalah ketika calon direktur utama terpilih dari tim seleksi, ketika dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PDAM Bandarmasih, tak boleh ada istilahnya orang titipan. Publik sudah tahu bahwa pemegang saham terbesar adalah Pemkot Banjarmasin, namun ada juga saham yang berasal Pemprov Kalsel,” papar Murjani.

Ia menegaskan dari sisi konsumen air leding, tentu berharap Direktur Utama PDAM Bandarmasih yang baru pengganti Muslih, harus punya kompetensi dan syarat mumpuni untuk meningkatkan pelayanan pabrik air ini. “Di tengah distribusi air yang belum lancar, masih keruh dan harganya masih jadi perdebatan, hal semacam ini harus jadi perhatian jajaran direksi baru PDAM Bandarmasih ke depan,” ucap Murjani.

Khusus untuk timsel yang diketuai Ichwan Noor Chalik dengan sekretaris, M Riza Firdaus dengan tiga anggota yakni Mardian Susanto, Totok Agus Daryanto serta Mohammad Effendy dipesankan Murjani agar mengutamakan transparansi dalam proses perekrutan calon Direktur Utama PDAM Bandarmasih. “Mengapa harus terbuka? Karena PDAM merupakan perusahaan vital pelayanan air bersih bagi warga Banjarmasin. Kita tak ingin ada catatan hitam yang mengemuka, ketika salah memilih calon pemimpin perusahaan itu,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Seleksi Direktur Utama PDAM Bandarmasih Didesak Lebih Transparan