Pastor Gereja Katolik Banjarmasin pun Khawatir Bahaya Laten Narkoba

HIDUP sehat tanpa narkoba. Di tengah serbuan berbagai macam jenis narkoba yang mengancam generasi muda Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan membuat Gereja Katedral Banjarmasin pun tergerak. Dengan pengetahuan dari sisi gizi, psikologi, serta hukum dari BNN Provinsi Kalsel dikaji dalam Sarasehan Keluarga Sehat mengisi pra Paskah di Aula Sasana Sehati, Gereja Katedral Banjarmasin, Minggu (18/3/2018).

“ASPEK sehat jasmani dan rohani merupakan inti dari menciptakan keluarga yang sehat dan memberi kontribusi bagi masyarakat yang sehat. Memang, banyak tantangan dan ancaman saat ini, terutama bahaya narkoba. Melalui sarasehan, kami berharap masyarakat Banjarmasin khususnya penganut Katolik bisa menjauhi segala macam jenis narkoba,” ucap Ketua Pelaksana Sarasehan Keluarga Sehat, A Jono Purwadi.

Dengan tema ABG zman now, anti galau diharapkan Jono Purwadi bisa menyasar kalangan muda, terutama para pelajar dan mahasiswa agar mengetahui bahaya dari narkoba yang mengancam kesehatan jasmani dan rohani.

“Anak-anak muda punya masa depan yang panjang. Mereka harus mendapat perhatian serius agar tak mudah galau,” ucap Jono.

Memanfaatkan masa pantang atau puasa sebelum perayaan Paskah 2018, Pastor Gereja Katolik Krispiaus Comas Tukan berharap kegiatan sarasehan ini memberi manfaat berarti bagi generasi muda.

Iklan Samping 300×250

“Kita patut khawatir dengan berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda sekarang. Mereka adalah masa depan bangsa ini,” ucap Cosmas.

Menurut dia, dalam dogma Gereja Katolik, keluarga adalah sel terkecil yang mendapat pengajaran agama atau seminari pertama dan tempat pembinaan pertama. “Dari para narasumber dijelaskan pentingnya menjaga keluarga. Dari keluarga akan tumbuh generasi gereja dan generasi bangsa yang sehat, unggul, berkepribadian baik, mampu dan kuat imannya. Tentu saja, mereka mampu hidup berdampingan dengan saudara-saudara lain dalam bingka kebhinnekaan yang baik,” paparnya.

Menurut Cosmas, tantangan ke depan generasi muda adalah penyalahgunaan narkoba. Apalagi, kata dia, dari data dan fakta yang ada, ternyata generasi muda yang menjadi sasaran pasar para pengedar dan bandar narkoba.

“Mereka harus kita bentengi dengan iman yang kuat. Jaga mereka dari pergaulan yang bisa menjerumuskan mereka ke lingkaran setan narkoba. Ini harus diantipasi, agar generasi muda kita tak jatuh dalam hal-hal yang merugikan masa depan mereka,” imbuh Cosmas.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Pastor Gereja Katolik Banjarmasin pun Khawatir Bahaya Laten Narkoba