ACT

Kini, Koleksi Fauna Tahura Sultan Adam Terus Bertambah

0 334

TAMAN Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Desa Mandiangin Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, semakin kaya akan flora dan fauna. Empat jenis hewan resmi menjadi bagian dari Tahura. Penetapan Tahura Sultan Adam berdasar Keppres RI Nomor  52 Tahun 1989 tanggal 18 Oktober 1989 seluas 112 ribu hektare, mencakup Aranio dan Karang Intan, Kabupaten Banjar serta Pelaihari, Batu Ampar, Jorong dan Kintap di Kabupaten Tanah Laut.

EMPAT jenis hewan yang terdata di kawasan Tahura Sultan Adam di Desa Mandiangin adalah 6 ekor kukang, seekor Uwauwa, satu ekor landai, dan satu ekor beruang madu.

Setelah resmi menjadi bagian dari Tahura, hewan-hewan tersebut diberikan nama oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Jumat (16/3/2018). Ada beberapa nama yang diberikan oleh gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Yakni, nama Paman Birin disematkan kepada seekor kukang. Dari sekian banyak nama, ada nama yang cukup menarik diberikan oleh orang nomor satu di Pemprov Kalsel ini. Yaitu penamaan untuk pasangan beruang madu. “Dua beruang madu ini, saya namai Mirna Borneo dan Kacong Borneo,” ujar Paman Birin, yang disambut gelak tawa orang-orang yang hadir.

Bertambahnya 9 ekor hewan dari empat jenis ini, maka Tahura Sultan Adam sudah memiliki 34 ekor fauna. Ke-34 ekor tersebut terdiri dari 6 jenis hewan.

“Beruang madu jadinya tiga ekor, hewan ini salah satu yang hampir punah makanya harus dilestarikan. Hewan ini merupakan hewa khas Kalsel,” ucap Kepala UPT Tahura Sultan Adam, Sri Muriati.

Tahura Sultan Adam kini tidak hanya bertugas untuk menjaga kelestarian hutan semata. Namun, juga sudah mengarah ke pelestarian fauna. Bahkan, di kawasan ini juga dikembangkan ternak lebah penghasil madu. Ratu lebah sengaja didatangkan agar bisa berkembang biak dan menghasilkan madu.(jejakrekam)

 

 

Penulis Sayyidil Ahmada
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.