Sebelum 17 Maret 2018, Dana BOS Dicairkan

PEMPROV Kalsel menjanjikan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebelum 17 Maret 2018 atau sebelum pelaksanaan Ujian Nasional.

KABID Bina SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun mengungkapkan pada 12 Maret 2018, dana BOS akan ditransfer Kementerian Keuangan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel.

“Sebelum dana ditransfer, kami sudah mempersiapkan apa saja yang diperlukan, baik surat keputusan maupun nota kesepahaman dengan Bank Kalsel,” kata Muhammadun.

Diakuinya, pada awalnya ada kendala, khususnya berkaitan penyusunan laporan penggunaan dana BOS periode sebelumnya, dimana ada perubahan pada aset modal. “Namun hal itu sudah diselesaikan bersama dengan Bakeuda. Sebelum UN, dana BOS akan ditransfer ke sekolah masing-masing. Dokumen sekolah sudah kita selesaikan, seperti laporan barang habis pakai atau aset modal,” tutur Muhammadun.

Besaran dana BOS, bebernya, sama dengan tahun sebelumnya, yakni Rp 1,4 juta per siswa. Namun, ada sedikit perubahan dalam penetapan jumlah besaran yang diterima sekolah. Sebab, masing-masing sekolah hanya menerima dana riil sesuai jumlah siswa yang dimiliki.

“Kalau dulu bisa gelondongan, sekarang tidak bisa lagi. Misalnya SMA 1 jumlah siswanya berapa dikalikan besaran dana BOS baru diajukan ke Bank Kalsel untuk pencairan,” katanya.

Total dana BOS untuk SD, SMP, dan SMA tahun ini di kisaran Rp 900 miliar. Di samping itu, khusus SMA/SMK juga akan menerima bantuan Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang dikucurkan melalui APBD Kalsel. SMA diberikan alokasi sebesar Rp 34 miliar dan SMK Rp 55 miliar.

Bosda merupakan komitmen Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk mendukung wajib belajar (wajar) 12 tahun. “Pencairan BOS empat kali dalam satu tahun, sementara pencairan Bosda dua kali dalam setahun,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Sayidil Ahmada
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Klik bel merah di samping kanan layar untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.