Optimistis Raih Adipura Kencana, Poin Tahap I Banjarmasin 73

TIGA tahun berturut-turut (hattrick)  meraih Piala Adipura Kirana pada 2015, 2016 dan 2017, optismisme Pemkot Banjarmasin kembali membuncah dalam menghadapi penilaian  pengelolaan lingkungan perkotaan tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

TITIK berat pada pengelolaan sampah, lingkungan dan ruang terbuka hijau (RTH) dinilai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Mukhyar, telah mendapat penilaian yang cukup menggembirakan pada tahap pertama.

“Untuk tahap pertama, Banjarmasin sudah mendapat poin 73. Ini berarti, peluang Banjarmasin untuk meraih Adipura Kencana sangat terbuka pada 2018 ini,” ucap Mukhyar kepada jejakrekam.com, di sela-sela Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2018 di kawasan Siring Tendean, Sabtu (10/3/2018).

Menurut dia, poin 73 yang diraih dalam penilaian tahapan pertama di Banjarmasin itu mencakup kawasan jalan, sekolah, perumahan, pasar, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, serta lingkungan yang menjadi dasar dalam penilaian Adipura.

Iklan Samping 300×250

“Untuk penilaian tahapan kedua, sifatnya hanya verifikasi. Kalau tahap pertama sudah dinilai bagus, maka tahap kedua bisa berjalan mulus,” kata Mukhyar.

Ia mengatakan penilaian yang cukup tinggi diraih Pemkot Banjarmasin pada tahap pertama, tak terlepas dari peran serta masyarakat kota agar kembali menyabet penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu.

Lantas apa saja yang akan dinilai dalam nominasi piala Adipura? Ada 21 komponen yang dinilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun, bobot penilaian terbesar adalah pengolah TPA sampah. Terutama, dalam TPA itu adalah bagaimana cara menimbu sampah, pengelolaan limbah dan lain. Sedangkan,  komponen lainnnya yang dinilai adalah pasar, terminal, jalan, sungai, taman, sekolah, rumah sakit dan komponen lainnya.

Bahkan, dalam penilaian Adipurna juga tak alergi dengan penataan pedagang kaki lima (PKL) agar rapi, termasuk masyarakat kota juga merasa aman dan nyaman dengan para pelaku usaha ekonomi mikro dan kecil itu.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...