Timsel Harus Utamakan Moralitas Calon Komisioner KPUD Kalsel

SISTEM gugur yang diterapkan dalam proses seleksi calon anggota KPUD Kalimantan Selatan, telah melahirkan para figur dari berbagai kalangan. Hingga, dalam tahapan seleksi computer assisted test (CAT) meloloskan 35 orang yang didominasi kalangan praktisi lembaga kepemiluan.

TES selanjutnya yang harus dilalui para peserta untuk memperebutkan lima kursi di KPUD Kalsel adalah psikotes di Polda Kalimantan Selatan dan tes kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sistem gugur pun juga diterapkan untuk mendapat 30 orang terbaik, dan melaju ke tahapan 10 besar komisioner terbaik.

Direktur Eksekutif Institut Demokrasi dan Pemerintahan Daerah (Inde-Pemda) Muhammad Erfa Redhani mengapresiasi kerja dari tim seleksi KPUD provinsi.

“Kita mesti apresiasi kerja tim seleksi karena telah berhasil melaksanakan beberapa tahapan seleksi untuk memilih komisioner KPUD provinsi dengan transparan dan independen,” ucap Erfa Ridhani kepada jejakrekam.com, Jumat (9/3/2018).

Namun, dosen Fakultas Hukum Uniska MAB ini mengingatkan tim seleksi tidak cukup hanya mengukur kecerdasan, pengalaman dan kepahaman calon terkait kepemiluan. Menurut Erfa, Kalsel sangat membutuhkan penyelenggara pemilu yang bermoral dan beretika.

“Itu makanya asal mula terbentuk Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)untuk menjaga marwah penyelenggara KPU dari tindakan yang tidak beretika,” kata dia.

Ia menegaskan tes CAT hanya salah satu tahapan dan letaknya di awal seleksi perekrutan calon komisioner. “Jadi, kalau tak lolos, maka calon gugur. Ada aspek yang jauh lebih penting dari itu yaitu tahapan wawancara nanti di tahapan-tahapan akhir,” kata magister hukum jebolan Universitas Indonesia ini.

Erfa mengatakan tim seleksi yang didominasi para akademisi lintas kampus itu wajib hukummya mempertimbangkan aspek moral dan etika dalam memilih calon komisioner KPU. “Tentu pada tahapan wawancara, tim seleksi harus mempertimbangkan dan menulusuri rekam jejak calon, dan masukan-masukan masyarakat,” ujarnya.

Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengimbau agar masyarakat peduli terhadap seleksi calon komisioner KPUD Kalsel. “Sekarang, masih masa tahapan tanggapan masyarakat, ayo sampaikan masukan-masukan kepada tim seleksi anggota KPUD Kalsel,” imbuh Erfa.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Timsel Harus Utamakan Moralitas Calon Komisioner KPUD Kalsel