Butir Soal Tes CAT Calon Anggota KPUD Kalsel Dinilai Banyak Jebakan

USAI dinyatakan lulus seleksi tes computer assisted test (CAT) dengan empat formula soal terdiri diri dari pilihan ganda, benar-salah, sebab-akibat dan skala sikap (integritas), 35 peserta akan segera mengikuti tes psikologi pada 8-9 Maret 2018 di Polda Kalimantan Selatan.

MENARIKNYA, ada sejumlah nama ‘besar’ yang lolos dari saringan tahapan kedua seperti Kepala Ombudsman Perwakilan Kalsel Noorhalis Majid, Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalsel Samsul Rani, mantan Ketua KPUD Hulu Sungai Utara (HSU) Ahdiat Gazali Rahman, Ketua KPUD Kotabaru Akhmad Gafuri dan lainnya.

“Memang materi soal dalam tes CAT ini membingungkan. Apalagi, ada beberapa butir yang sepertinya menjebak para peserta. Termasuk, soal skala integritas atau sikap,” ucap Ketua KPUD Kotabaru, Akhmad Gafuri dalam diskusi dan temu aktivis 1990-an di Kantin Kebun, Jalan Adhiyaksa, Banjarmasin, Rabu (7/3/2018).

Menurutnya, tes CAT kali ini memang memeras emosional para peserta, dikarenakan skala kesulitan antar peserta bisa jadi berbeda. “Apalagi, waktu yang dibutuhkan untuk menjawab satu soal tidak sampai satu menit. Bahkan, ada juga soalnya bervariasi,” kata Gafuri.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Perwakilan Kalsel Noorhalis Majid pun mengakui sengaja mengikuti tes komisioner di KPUD Kalsel dikarenakan sistem kepemiluan pada 2019 akan berbeda dengan Pemilu 2014 lalu.

“Memang, Pemilu 2019 lebih berat sehingga diperlukan sumber daya manusia yang lebih berkompeten. Makanya, saya tertarik untuk menjadi calon komisioner di KPUD Kalsel,” ucap Majid.

Meski akhirnya, mantan Ketua KPU Kota Banjarmasin ini ternyata termasuk dalam daftar peserta calon komisioner KPUD Kalsel yang tak lulus tes CAT.

Pengalaman serupa juga diakui Sohibul Fadilah. Dia mengatakan sewaktu mendaftarkan diri sebagai peserta calon komisioner Bawaslu Kalsel, tes-tes semacam itu memang menjadi saringan awal untuk mendapatkan peserta yang dianggap layak.

“Kita harus akui bahwa sistem tes yang dibangun itu sudah dirancang orang-orang pintar. Namun, semua harus dikembalikan, apakah tujuan menjadi komisioner itu mencari pekerjaan, atau memang ingin berkiprah dalam mengawal agar proses Pemilu 2019 itu berkualitas. Ya, semua itu dikembalikan kepada peserta,” kata mantan Direktur Yayasan Dalas Hangit (Yadah) ini.

Sementara itu, Muhammad Noor yang lolos dalam tes CAT pun mengakui banyak hal menantang dalam sistem penyaringan calon anggota KPUD Kalsel pada 2018 ini. Mantan komisioner KPUD Hulu Sungai Utara (HSU) ini mengatakan sengaja ikut kembali untuk mengetahui sejauhmana sistem yang dianggap lebih rahasia dan terjamin itu dijalankan. “Ya, kita lihat nanti,” ucap Muhammad Noor.

Sedangkan, aktivis lingkungan Adenan pun berharap agar publik bisa mengawal proses seleksi KPUD Kalsel dan 12 KPUD kabupaten dan kota se-Kalsel, agar nantinya para komisioner yang terpilih benar-benar terbaik. “Tes CAT ini merupakan tahapan kedua dari serangkaian tes yang akan dilalui para calon komisioner. Hal ini yang harus mendapat pengawalan publik,” tandasnya.(jejakrekam)

 

 

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi