Butuh Kemandirian Bangun Kalimantan

PROGRAM pembangunan yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ternyata belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat di daerah. Untuk itu perlu membangun kemandirian di Kalimantan khususnya Provinsi Kalimantan Selatan.  Untuk bisa mencapai pembangunan yang merata disemua bidang, perlu ada sinergitas dari seluruh pihak yang ada baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan daerah.

HAL tersebut terungkap pada dialog publik yang dilaksanakan Ormas Sentral Informasi Reformasi Rakyat Kalimantan (Sirrkal) pada Harba ke-10 dengan tema ” Membangun kemandirian Kalimantan” dengan nara sumber Prof DR H Fedyani Syaifuddin MA (Dosen UI), Prof DR IR H Ismet Achmad MSC (Dosen Unlam) dan DR H Hermansyah SKM,MKes (Dosen UI).

Salah satu narasumber yang juga menjabat Dosen ULM, Prof DR IR H Ismet Achmad MSC, mengatakan, ingin membuat Kalimantan mandiri ada beberapa konsep yang disiapkan yakni masalah sosialogi, infrastruktur dan umum.

“Memang satu wilayah tidak bisa mandiri sepenuhnya, tapi paling tidak memiliki batas-batas tertentu supaya kita bisa mengembangkan daerah Kalsel dan Kalimantan secara umum,”ujar Ismet Achmad dalam dialog publik di Hotel Victoria Banjarmasin, Sabtu (24/2/2018).

Kekayaan alam di Kalsel sangat berlimpah, ternyata setelah puluhan tahun digarap pembangunan masih relatif terhadap daerahlain ketinggalan ini yang harus dikejar cara mengejar itu harus ada kesepahaman antara semua komponen yang ada di Kalsel.

“Kita tidak bicara masalah suku,agama atau apapun tapi masyarakat Kalsel dan Kalimantan secara umum karena ingin membangun daerah ini lebih maju,”jelasnya.

Mantan Sekda Kalsel ini menambahkan, karena kalau tidak ada pemerataan akan menjadi masalah kedepannya, sebab negara ini bisa stabil kalau ada keadilan politik, ekonomi danlainnya.

“Otonomi daerah kita masih tersendat-sendat, katanya kita ini mau setralisasi tapi kenapa persentasi dana pemerintah dikedaerahkan masih turun, masih ada kesenjangan,”tandasnya.

Ketua DPP Sirkal, Samsul Daulah, memperingati Harba Sirkal ke 10 kali ini digelar dialog publik dengan tema ” Membangun kemandirian Kalimantan”, mudah-mudahan generasi muda bisa bergabung dengan Sirkal untuk pembangunan di Kalsel yang lebih baik.

” Kita menggalang kekuatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Kalsel, kita minta pembangunan lebih baik dari Jakarta. Contoh Jalan tol di Jakarta ada 35 ruas sedangkan di Kalsel nol,kita merasa tidak ada keadilan,”ujarnya.

Diakui, Samsul Daulah, kucuran dana dari pusat tidak seimbang dengan program yang akan dilaksanakan daerah seolah dianak tirikan, sementara di pusat sendiri pembangunan sangat pesat sekali dengan dana besar yang digelontorkan.

” Kita dulu minta otonomi daerah dan sudah berhasil, namun perjuangan masih panjang untuk keadilan kesejahteraan masyarakat,”imbuhnya. (jejakrekam)

Penulis : Sira

Editor   : Afdi Achmad

Foto     : jejakrekam

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...
Klik lonceng merah di samping kanan layar untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru pada gawai anda.