Menag Disengat Pari di Pulau Derawan, Ini Kronologisnya

SAAT berlibur di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Utara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disengat ikan pari sebelah kanan saat menginjaknya, ketika hendak naik speedboat untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kakaban dan Maratarua, Sabtu (3/2/2018) sekira pukul 11.05 Wita.

INSIDEN ini sontak membuat rombongan keluarga Menag, yakni Trisna Welly (istri Menteri Agama RI), Zahrah Humairoh, Zalzabilah dan Nouval membawa ke Puskesmas Pulau Derawan, batal melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan Winda di Pulau Derawan. Liburan keluarga yang menjadi tradisi politisi PPP ini, terbiasa tak memberi informasi kepada siapa pun.

Sekitar pukul 12.20 Wita, Menag beserta rombongan tiba di Pulau Derawan, dan langsung mendapat pertolongan pertama. Lalu, pada pukul 16.20 Wita, karena kondisi kaki Kanan mulai membengkak dan tidak mampu berjalan,  Menteri Agama RI selanjutnya di evakuasi menuju RSUD Abdul Rifai Tanjung Redeb Berau menggunakan speed milik H  Zubair warga Pulau Derawan.

Selanjutnya, pada pukul 18.30 Wita Menteri Agama RI tiba di RSUD Abdul Rifai dan langsung mendapat perawatan medis. Hingga pukul 22.00 Wita, Menag masih dirawat di ruang VIP Edelweiss Nomor 5, didampingi Istri. Sedangkan, ketiga anaknya menginap di Hotel Grand Parama, Jalan Pemuda Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

USai dirawat, di RSUD Abdul Rifai Tanjung Redeb, kondisi kaki kanan Menag yang bengkak, sudah membaik namun belum bisa berjalan. Hingga pada Minggu (4/2/2018), pukul 11.00 Wita, Menag bersama istri kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Sementara, ketiga nakanya berangkat dengan maskapai yang sama pada pukul 16.00 Wita via Bandara Sepinggan, Balikpapan ke Jakarta.

Dalam rilis yang dikirim Kementerian Agama, kunjungan sang menteri ke Pulau Derawan merupakan liburan keluarga, sehingga sengaja tak diinformasikan kepada pejabat terkait di Provinsi Kalimantan Utara.

IKLAN TENGAH

“Pada Sabtu (3/2/1018), dari Pulau Derawan, kami sekeluarga bermaksud menuju Pulau Maratua. Namun karena hujan lebat dan ombak besar, mereka terpaksa singgah di Pulau Sangalaki menunggu cuaca membaik,” cerita Menag Lukman Saefuddin, dalam rilis tersebut.

“Setelah sekitar 2 jam di Sangalaki, kami bersiap menuju Pulau Kakaban. Ketika hendak naik speed boat, dan permukaan air laut masih sebatas betis, tiba-tiba ikan pari menyengat bawah mata kaki di atas tumit kaki kanan saya,” beber Menag.

Kejadiannya sekitar 11.15 WITA. Menag lalu langsung kembali ke Derawan, menuju Puskesmas di sana. “Para perawat amat baik dan cekatan menangani luka saya. Namun 1 jam setelah itu, terjadi pendarahan yang cukup banyak pada luka. Saat itu juga diputuskan untuk dibawa ke RSUD Berau,” ujarnya. “Tiba di RSUD Berau saat maghrib. Para dokter dan perawat melakukan penanganan yang amat baik,” katanya lagi.

Sekretaris Itjen Kementerian Agama, HM Thambrin mengungkapkan kondisi Menag Lukman Hakim Saifuddin telah membaik, dan kini sudah berada di Jakarta. “Menag memang disengat seekor ikan pari saat berada di Pulau Sangalaki. Menag terluka pada bagian bawah mata kaki di atas tumit kaki kanannya,” tulis Thambrin dalam grup WA Keluarga Besar NU Kalsel, Minggu (4/2/2018).

Akibat sengatan itu, Menag sempat dibawa ke Puskesmas Derawan, lalu dirujuk ke RSUD Berau. Menag mengaku mendapat penanganan yang baik dari para dokter dan perawat, baik saat di puskesmas maupun di RSUD.  Menag sendiri mengaku apa yang menimpa dirinya adalah kecelakaan semata, lebih karena kekuranghati-hatian dirinya. Menurutnya, tidak ada pihak-pihak yang harus disalahkan.

“Kecelakaan ini sama sekali tidak membuat saya kapok untuk suatu saat nanti bisa berkesempatan kembali ke tempat-tempat lokasi wisata yang indah itu, khususnya ke Labuan Cermin, Biduk-Biduk yang belum sempat saya singgahi,” tutur Menag Lukman Hakim Saifuddin, dalam pers rilis resmi Kemenag.(jejakrekam)

Laporan: Tim Jejakrekam.com

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Menag Disengat Pari di Pulau Derawan, Ini Kronologisnya